Empat Narapidana Kendalikan Bisnis Narkoba dari Balik Penjara

RILIS - BNN Kalbar dan jajaran terkait merilis pengungkapan bisnis narkoba dari balik penjara di Kantor BNN Kalbar, Jumat (7/2/2020). (ANDI/insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Empat orang narapidana kedapatan mengendalikan bisnis narkoba dari balik Rumah Tahanan (rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kota Pontianak. Temuan ini merupakan pengembangan dari pengungkapan transaksi di Hotel Merpati, Jalan Imam Bonjol, Sabtu (18/1/2020) lalu. Dalam kasus ini, satu orang lagi turut diamankan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalbar pun menyita 5,3 kg sabu, 5,015 butir pil ekstasi , dan 10.010 butir happy five yang telah dimusnahkan, Jumat, (7/2/2020) pagi.

Bacaan Lainnya

Kepala BNN Kalbar, Brigjen Pol Suyatmo mengatakan kasus tersebut terungkap berawal dari informasi yang diterima jajaran BNN tentang peredaran gelap narkotika. Atas informasi itulah, pihaknya bergerak menyelidiki dan berhasil menangkap tersangka Agus Setiawan (24), warga Desa Balai Karangan 2, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, di Hotel Merpati, Pontianak Tenggara.

“Tim menggerebek pelaku di kamar hotel dan didapati enam bungkus plastik pada tas ransel hitam yang diduga narkotika, ekstasi dan happy five,” katanya.

Dari interogasi, Agus mengaku dia disuruh sang ayah, Andi Alpen (AA). Andi Alpen merupakan terpidana kasus narkoba di Rutan Kelas II A Pontianak dan dihukum penjara 15 tahun.

“Sementara Andi ini mengaku disuruh lagi dengan tersangka lain, yang berada di Rutan dan Lapas. Jadi secara berurutan ini,” terangnya.

Tim BNN pun berkordinasi dengan Rutan dan Lapas mengamankan Andi Alpen, Petrus Hunter, dua warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak. Yang disebut terakhir, dihukum penjara seumur hidup. Sedang di Rutan Pontianak tim membawa Sugito (46) yang dihukum 16 tahun penjara, dan Irawan alias Dagot (40) yang vonis dihukum mati. (IP-06)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *