Askiman: Tumenggung Pegang Peran Penting dalam Lembaga Adat

BUKA - Wakil Bupati Sintang, Askiman saat membuka Rapat Koordinasi Forum Ketumenggungan Adat Dayak Sintang di Aula Hotel Cika, Selasa (11/2/2020) pagi. (HUMAS SINTANG)

SINTANG, insidepontianak.com – Wakil Bupati Sintang Askiman mengatakan tumenggung adat harus mampu mengatur dan membina, serta mengolerasi hukum adat dengan hukum negara.

“Peran seorang tumenggung harus mampu mengolerasi antar sub suku dengan ketua adat yang ada di desa- desa sehingga mampu menjaga komunikasi yang baik,” katanya ketika membuka Rapat Koordinasi Forum Ketumenggungan Adat Dayak, Selasa (11/2/2020).

Bacaan Lainnya

Lembaga adat yang ada, juga harus memiliki satu kepercayaan yang bagus, sehingga menjadi masyarakat adat yang memiliki budaya kuat. Sintang disebutnya merupakan daerah yang memiliki hukum adat dan lembaga adat yang kuat.

“Hal ini harus kita pegang teguh sehingga mampu menghasilkan kekompakan dalam melaksanakan hukum adat yang berlaku,” tegas Askiman.

Seorang tumenggung tak boleh merasa sebatas bangga, namun harus jadi panutan masyarakat adat. Dia harus mampu memimpin suatu kelompok sub suku di daerah masing-masing.

“Tumengung tidak hanya berdiri sendiri berdasarkan sub suku yang ada, namun peran tumenggung dilahirkan sejak adanya peradaban masyarakat Dayak dan leluhur. Tugasnya yang berat, jika tumenggung melakukan kesalahan akan mendapatkan hukuman dari alam dan para leluhur,” bebernya.

Dalam hal ini, tumenggung harus mempunyai beberapa kriteria. Di antaranya gagah, kuat, bijaksana,  adil, mempunyai ketetapan hati yang kuat, patuh dengan aturan adat, mampu mengayomi semua masyarakat, dan menjadi panutan.

“Semua penting dalam menyelesaikan sengketa hukum, sebab sudah disumpah dalam mengemban tugas sebagai tumenggung,” katanya. (rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *