Pasien Asal Ketapang yang Pulang dari Jepang Negatif Pneumonia

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Agoesdjam Ketapang, Feria Kowira saat diwawancara awak media. (Fauzi/Insidepontianak.com)
banner 468x60

KETAPANG, insidepontianak.com –
RSUD Agoesdjam Ketapang pastikan pasien perempuan yang mengalami
gejala pilek dan batuk usai pulang dari Jepang, tidak pneumonia atau radang paru-paru. Hal tersebut disampaikan
pihak rumah sakit melalui Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Agoesdjam Ketapang, Feria Kowira, Senin (10/2/2020).

“Pasien ini mengalami batuk, pilek dan sedikit demam ketika pulang ke Indonesia, kemudian dari airport diberi kartu Healt Alert Card yang digunakan untuk memeriksakan kondisi ketika sampai di rumah sakit setempat,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Lantaran kondisi saat ini sedang hangatnya persoalan virus Corona, pihaknya harus waspada dan melakukan penanganan terhadap pasien sesuai protap atau SOP.

“Sempat di isolasi selama kurang lebih 4-5 jam sambil dilakukan pemeriksaan penunjang terhadap pasien, bahkan kita langsung berkoordinasi dengan Dinkes Ketapang dan Provinsi Kalbar,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, pasien tersebut dinyatakan negatif dari pneumonia dan bisa dipulangkan ke kediamannya. Namun sesuai SOP, pengawasan tetap dilakukan Dinkes Ketapang selama 14 hari.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benar atau hoaks terkait persoalan ini, karena sampai sejauh ini tidak ada pasien suspek Corona di Ketapang, dan kami siap melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang, Rustami mengatakan memang ada warga Ketapang yang diperiksa lantaran baru pulang dari Jepang dan mengalami pilek.

“Karena baru datang dari luar negeri yang masuk dalam daftar negara tertular makanya dilakukan penangan sesuai prosedur dan dilakukan observasi,” akunya.

Namun, hingga saat ini tidak ada gejala yang berlebihan sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik atau mempercayai jika ada informasi di media sosial yang tidak benar mengenai persoalan ini.

“Masyarakat tak perlu panik, lakukan antisipasi pada diri sendiri dengan rajin cuci tangan gunakan sabun dan konsumsi air yang cukup,” terangnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *