Gubernur Sutarmidji Sebut BPHTB Jadi Ruang Pungli

Gubernur Kalbar, Sutarmidji. (K Balasa/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyebut ada ruang pungli dalam pengurusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Hal ini dikarenakan tidak ada patokan rigit penetapannya. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan harga pasar, angkanya terlalu jauh.

“Padahal jual beli tanah harus dengan nilai pasar,” kata Sutarmidji saat membuka Rekerda Satgas Saber Pungli di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (12/2/2020).

Bacaan Lainnya

Akibat tak adanya nilai rigit itu, dengan dalih asas kebebasan bertransaksi, oknum notaris pun bermain.

“Hal ini perlu diseriusi kepala daerah, karena ini nanti yang akan ditangkap tim saber pungli,” katanya.

Namun dia memberikan trik, Pemerintah Daerah harus mendekatkan NJOP 80 persen dari harga pasar.

“Tidak perlu dengan appraisal bisa dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis asal dasarnya jelas. Kalau menaikkan NJOP dinaikkan empat kali, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) bagi empat agar tidak ada kenaikan,” jelasnya.

Dia pun meminta semua pihak serius membebaskan Kalbar dari pungli. Pasalnya ke depan, daya saing ditentukan kemudahan dan efisiensi pelayanan.

“Aparatur perpajakan juga bisa memberikan solusi. Karena saya melihat sekarang cuma ingin mencapai atau mendekatkan target, padahal harusnya bikin wajib pajak disiplin,” sebutnya.

Dia mencontohkan, di Kalbar tunggakan pajak bermotor mencapai Rp1 Triliun. Dalam hal ini, harus ada klasifikasi agar tidak ada ruang pungli. Pungli yang mungkin dimainkan adalah penghapusan sepihak. Misalkan, tunggakan pajak lima tahun, namun yang dibayarkan hanya dua tahun.

“Yang tiga tahun hilang, itu tidak boleh. Kecuali ada aturan penghapusan pajak di atas tiga tahun, tapi itu mekanismenya panjang. Jangan berikan pengelolaan pendapatan dengan pegawai kontrak, jangan berikan tenaga kontrak menjalankan kewajiban ASN,” katanya. (IP-06)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *