Kemenkes: WN Tiongkok Terinfeksi Corona Usai Pulang dari Bali

PERIKSA - Petugas kesehatan KKP Bandara Internasional Supadio memeriksa penumpang penerbangan dari Malaysia, Rabu (29/1/2020). (ABDUL/insidepontianak.com)
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Kementerian Kesehatan menganalisis warga negara Tiongkok yang positif virus Corona atau COVID-19 terinfeksi di negaranya, setelah pulang dari Bali. Pemerintah telah melacak jejaknya, baik selama di Indonesia maupun sekembalinya ke negaranya.

“Berita tentang adanya warga negara China yang positif terinfeksi atas nama Jin,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, Kamis (13/2/2020) sebagaimana dilansir dari Antara.

Muat Lebih

Tanggal 12 Januari, dia datang ke Indonesia melalui penerbangan Wuhan-Bali dan tanggal 28 Januari, kembali ke negaranya melalui Bali-Shanghai menggunakan Garuda.

“Kami sudah langsung tindaklanjuti ini,” kata Yurianto.

Pemerintah melacak ke maskapai penerbangan terhadap penumpang atas nama Jin dan ditemukan terdapat di periode 12 Januari dengan dua orang bernama Jin, terbang dari Wuhan ke Bali. Satu orang Jin merupakan anak-anak dan satu orang lainnya dewasa.

Sementara pada penerbangan Bali-Shanghai tertanggal 28 Januari 2020 dari maskapai Garuda Indonesia ditemukan enam orang penumpang bernama Jin. Namun analisis kecurigaan hanya pada dua orang bernama Jin yang datang ke Indonesia.

Pasien COVID-19 atas nama Jin dilaporkan terkonfirmasi positif pada tanggal 5 Februari 2020. Berdasarkan rata-rata masa inkubasi virus di Tiongkok terjadi dalam waktu 10 hari.

Yurianto mengatakan Kemenkes mencoba menganalisis dengan menghitung mundur 10 hari setelah dinyatakan terkonfirmasi yaitu tanggal 27 Januari 2020.

Berdasarkan penelitian spesimen yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Kemenkes pada tanggal tersebut terdapat 14 sampel yang diperiksa dari terduga virus COVID-19 di Provinsi Bali, yaitu 12 orang WNA dan dua orang WNI.

“Dan semua hasilnya negatif,” kata Yurianto.

Selain itu Kemenkes juga melihat data kasus penyakit flu ringan dan pneumonia berat pada hari tersebut di Provinsi Bali tidak ada perubahan yang signifikan atau sama sebagaimana biasanya.

“Seandainya tanggal 27 itu kemungkinan masuk virus, tidak mendukung situasi di Bali dia terinfeksi,” kata Yurianto.

Sedangkan pada tanggal 28 Januari Kemenkes juga mengecek informasi mengenai aktivitas Jin yang dilakukan setelah sampai di Shanghai yaitu menggunakan transportasi umum. Hal itu sangat memungkinkan untuk terjadi penularan di Tiongkok.

Hingga saat ini pemerintah tetap melakukan pelacakan mengenai WN Tiongkok tersebut yaitu dengan mencari tahu nama lengkapnya, melacak perjalanannya melalui imigrasi, dan bahkan hotel tempatnya menginap selama di Bali.

Namun Yurianto menjelaskan pemerintah lebih menekankan penguatan proteksi dan kecermatan dalam mendeteksi terkait virus COVID-19 di Bali agar tidak menjadi episentrum baru virus tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *