Menteri PUPR Resmikan Empat Rumah Susun di Sintang

RESMIKAN - Menteri Basuki saat meresmikan empat rumah susun di Sintang, Kamis (13/2/2020). (HUMAS SINTANG)
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Mocmad Basuki Hadimuljono meresmikan empat rumah susun di Kabupaten Sintang, Kamis (13/2/2020).

Rusun yang diresmikan di antaranya, Rusun Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang di Jalan Teluk Menyurai Sintang dengan menelan biaya total Rp13,05 Milyar Rupiah dengan kapasitas 162 siswa, tipe 24 dengan dua lantai; rusun Rumah Sakit Rujukan Ade M.Djoen Sintang di Jalan Y.C Oevang Oeray Sintang dengan biaya Rp12,3 Milyar memiliki tipe 36 dengan tiga lantai sebanyak 42 unit; rusun Yayasan Kabar Senang Sekolah Tinggi Theologi Immanuel SIntang di Jalan Raya Sintang-Pontianak, Kelurahan Balai Agung dengan kapasitas 162 mahasiswa tipe 24 dan memiliki dua lantai, dan; rusun Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma’arif dengan kapasitas 108 santri, memiliki tipe barak 12 unit dengan tiga lantai.

Muat Lebih

Menteri Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan prioritas dalam mengejar ketertinggalan menuju Indonesia yang lebih sejahtera. Pembangunan ke depan pun akan saling menghubungkan antardaerah di Kalimantan.

“Salah satunya ialah kami akan segera membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN), kemudian jalan perbatasan, pengaspalan jalan, ini semuanya untuk meningkatkan kesejahteraan di wilayah perbatasan seperti di Sintang ini,” katanya.

Menurut Menteri PUPR, segala permasalahan di Sintang secara bertahap akan diprogramkan. Selain empat rusun yang diresmikan, ada beberapa usulan dari Bupati Sintang, seperti jalan Sintang-Semubuk sepanjang 231 Kilometer.

“Secara bertahap dari tahun kemarin kita kerjakan sampai ke arah perbatasan, kemudian masih ada kebutuhan untuk anak didik kita di Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah yang membutuhkan rumah susun juga, karena siswanya banyak yang jauh dari desa untuk bersekolah, sehingga membutuhkan rusun, mudah-mudahan akan kita programkan,” ujarnya.

Para penerima bantuan rusun diminta menjaga dan memanfaatkannya dengan baik.

“Kita berikan rusun lengkap dengan listrik, air, hingga meubelernya, sehingga ini semua tinggal dimanfaatkan dengan baik-baik,” pesan Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan banyak sekali pembangunan yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR di Sintang. Kehadiran negara betul terasa. Di antaranya pembangunan jalan paralel perbatasan sepanjang 143 kilometer di garis batas dengan Malaysia, dibangunnya akses dari kota Sintang menuju perbatasan, bantuan rangka baja jembatan Ketungau II, empat buah jembatan gantung, dan empat rumah susun.

Selain banyak program-program ke depan yang sudah berjalan. Seperti penguatan tebing pinggiran sungai Melawi dan pinggiran sungai Kapuas, penarikan air baku dari Bukit Saran di Kecamatan Tempunak dan Bukit Sada di Kecamatan Serawai.

“Yang terasa benar ialah rehabilitasi rumah tidak layak huni, sanitasi dan air bersih untuk di desa, semua ini kami ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri PUPR dan berkat dukungan dari Komisi V DPR-RI,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *