Muda Mahendrawan: Alokasi Anggaran Sesuai Skala Prioritas

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menerima rekapitulasi terkait Musrenbang Kecamatan Sungai Kakap. (Prokopim Kubu Raya)
banner 468x60

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Sungai Kakap Tahun 2021 di Gedung Serbaguna Sungai Kakap, Jumat (14/2).

Bupati Muda menyebut Musrenbang dilaksanakan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan desa.

Muat Lebih

“Kita memperkuat dan menanamkan di mana yang paling mendesak. Alhamdulillah, dengan sistem program pagu indikatif kecamatan, dapat menjamin musrenbang desa yang diprioritaskan dan mendesak dapat terakomodir,” ujarnya.

Muda mengatakan, pagu indikatif kecamatan diperuntukkan untuk mengakomodasi pembangunan skala desa atas hasil dari musrenbang desa.

Sedangkan usulan-usulan yang tidak dapat tertampung dengan pagu indikatif, akan diusulkan di Musrenbang kecamatan. Untuk kemudian dibahas di Musrenbang kabupaten. Sehingga menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ke depan.

“Kita harus memahami seluruh struktur APBD Kubu Raya. Sehingga dari semua usulan ini, nanti alokasi anggaran kita sesuaikan dengan yang menjadi skala prioritas dan keterdesakan yang tinggi,” sebutnya.

Muda menyatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berupaya mengutamakan program yang berkorelasi langsung dengan masyarakat banyak. Di antaranya tetap mengutamakan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial dasar.

Ia menyebut jumlah penduduk semakin bertambah. Sehingga bertambah pula kebutuhan sarana pendidikan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pun harus memaksimalkan pembangunan sekolah, termasuk di Kecamatan Sungai Kakap.

“Kita masih butuh banyak sekolah karena semakin bertambahnya jumlah penduduk. Kecamatan Kakap saja berjumlah 19 ribu penduduk. Lebih banyak dari jumlah penduduk di Kabupaten Kayong Utara,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Usman mengatakan, Musrenbang kecamatan selain membahas usulan-usulan prioritas dari musrenbang desa, juga untuk mensinkronkan program masing-masing desa se-Kecamatan Sungai Kakap.

“Mudah-Mudahan ini benar-benar dijadikan dasar oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait untuk menyusun program di tahun 2021,” harapnya.

Ia menilai salah satu persoalan yang paling urgen di Kecamatan Sungai Kakap adalah pintu air dan normalisasi. Yang notabene kewenangan pembangunannya tidak banyak berada pada pemerintah kabupaten.

“Persoalan ini sering dikeluhkan dan ditanyakan masyarakat. Pintu air ini merupakan urat nadi masyarakat Sungai Kakap, karena masyarakat di sini mayoritas bertani. Sehingga ketika masuk air asin akan mengganggu pertanian masyarakat,” terangnya.

Selain itu, yang kerap menjadi keluhan adalah persoalan listrik. Karena di beberapa desa listrik hanya hidup di siang hari, bahkan ada yang belum teraliri listrik.

“Persoalan listrik ini kita hanya bisa mendorong dan memfasilitasi. Sedangkan kewenangan penuhnya ada pada PLN,” katanya.

Musrenbang Kecamatan Sungai Kakap mengangkat tema “Peningkatan Perekonomian Daerah, Sumber Daya Manusia, Kemandirian Desa Didukung Infrastruktur Mendasar dan Pelayanan Sosial Dasar”. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *