Serahkan Sertifikat Hak Milik, Bupati Citra Harap Peningkatan Produktivitas

GEMBIRA - Para warga transmigran di Kayong Utara gembira usai diberikan Sertifikat Hak Milik atas lahan mereka, kemarin. (HUMAS KAYONG UTARA)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com Bupati Kayong Utara, Citra Duani berharap warga transmigrasi dapat meningkatkan produktivitasnya di segala bidang. Apalagi kini, sebagian dari mereka telah memiliki sertifikat hak milik tanah, tak lagi sekadar SKT.

“Misalkan dalam bertani, jika sebelum mendapatkan sertifikat hanya menghasilkan 1 ton padi dalam satu hektar, maka setelah mendapatkan sertifikat diharapkan hasilnya meningkat,” kata Citra kemarin.

Bacaan Lainnya

Penyelenggaraan transmigrasi di Kabupaten Kayong Utara telah dilaksanakan sejak tahun 1983. Dimulai dari Kecamatan Seponti dan Kecamatan Sukadana. Hingga kini telah menjadi desa definitif.

Di era reformasi, terdapat 12 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) baru di Kayong Utara yaitu, UPT Rantau Panjang SP 1 dan SP 2, UPT Penjalaan, Pemangkat, Medan Jaya, Sungai Sepeti, Sungai Mata-Mata SP 3 dan 4, UPT Kamboja SP 1, UPT Satai Lestari SP 2, Tanjung Satai SP 3, dan UPT Simpang Tiga.

“Semua UPT ini belum memiliki SHM bagi transmigran, di mana jumlah keseluruhan warga transmigrasi dari 12 UPT tersebut sebanyak 2.675 kepala keluarga. Namun di tahun 2018 kemarin, telah terbit SHM di UPT Sungai Sepeti, merupakan penempatan tahun 2009 yang merupakan transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM),” kata Bupati Citra.

Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria memberikan angin segar penyelesaian sertifikasi atas tanah transmigran. Penerbitan SHM bisa tanpa melalui penerbitan Sertifikat Hak Pengelolaan, sepanjang sudah terbit SK Menteri Ketransmigrasian yang menyatakan bahwa proses pembinaan telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah.

Mengacu pada Perpres 86 Tahun 2018, di tahun 2019 diproses SHM transmigrasi yang lokasinya sudah diserahkan pembinaannya. Sedang tahun 2020, telah rampung sebanyak 4.600 bidang tanah di Kabupaten Kayong Utara.

“Dari 4.600 SHM tersebut, 20 SHM telah diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, dan lima SHM diserahkan secara simbolis oleh Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Dan sisanya, hari ini saya serahkan langsung,” lanjut Bupati Citra.

Direktur Pengembangan Usaha Transmigrasi, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi Republik Indonesia, Supriyadi menyatakan, dari penyerahan SHM ini warga transmigran diharapkan dapt mengembangkan unit-unit usaha di wilayahnya masing-masing.

“Harapan kita, apa yang diterima hari ini merupakan Sertifikat Hak Milik, bisa digunakan untuk mengembangkan unit-unit usaha di wilayahnya masing-masing, sesuai dengan potensinya, dan saya kira Bapak Bupati sudah memiliki agenda-agenda pengembangan, khususnya di desa-desa yang hari ini mendapatkan Sertifikat Hak Milik,” kata Supriyadi. (humas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *