Berawal dari Ancaman Si Jago Merah, Relawan Pemadam Api Kemuning Berdiri

BERSIAP - Anggota damkar RPAK bersiap untuk bertugas. (RPAK)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Relawan Pemadam Api Kemuning (RPAK) berdiri sejak 2 Desember 2018. Namanya diambil dari nama pasar ‘Kemuning’ yang berlokasi di Jalan Prof M Yamin, Kecamatan Pontianak Selatan.

“Diberi nama Relawan Pemadam Api Kemuning, karena mangambil ikon nama Pasar Kemuning yang letaknya tidak jauh dari posko kami,” kata salah satu inisiator berdirinya RPAK, Ferdy Syaputro.

Bacaan Lainnya

Salah seorang anggota damkar tengah menggulung selang. (RPAK)

Berdirinya RPAK, berawal dari kegelisahan masyarakat akibat seringnya kebakaran terjadi di Kota Baru. Sementara, belum ada pemadam kebakaran di Kelurahan Akcaya saat itu.

“Akhirnya saya dan beberapa rekan yang lain berinisiatif mendirikan pemadam kebakaran. Tujuannya hanya kemanusiaan, menolong, dan membantu masyarakat yang terkena musibah,” terangnya.

Sebelumnya, Ferdy juga telah aktif sebagai pemadam. Karena kegelisahan itu, dia dan rekannya mulai berdiskusi dengan Ketua Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Kota Pontianak, Ateng Tanjaya. RPAK pun lahir, meski awal berdiri dengan peralatan sederhana.

“Awal berdiri kami hanya memiliki satu unit motor, mesin, dan peralatan pemadam yang dibeli dengan dana pribadi,” ungkapnya.

Sejak berdiri 2018 lalu, damkar RPAK memiliki 30 orang anggota, yang terdiri dari beragam etnis dan latar belakang pekerjaan. Sebelum bertugas, mereka juga telah dilatih.

Hingga kini, RPAK terus memberi kontribusi kepada masyarakat. Meski untuk operasional saja, harus merogoh uang pribadi. Baginya, pulang tanpa ucapan terima kasih, sudah biasa. Bahkan beberapa kali, mereka dicaci maki karena telat datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selain itu, pingsan dan dikerjai oleh oknum tak bertanggung jawab lewat laporan palsu juga sering dialami. Namun mereka tetap semangat dalam menjalankan tugasnya.

Sejumlah anggota damkar RPAK tengah berkemas usai berjibaku memadamkan api. (RPAK)

“Terkadang kami melaju kencang ke TKP dan sampai lokasi, ternyata laporannya palsu. Tapi mau gimana lagi, sudah tugas kami,” tuturnya.

Berjalannya waktu, RPAK kini telah satu unit mobil dan peralatan. Mereka juga memiliki posko di Jalan Wonobaru, Gang Madyosari 1 No 26, Kelurahan Akcaya, Pontianak Selatan. Koordinator Lapangan RKAP ini berharap agar ada perhatian pemerintah terhadap pemadam kebakaran swasta.

“Posko itu dipinjamkan salah satu keluarga pemadam untuk ditempati. Kami juga mendapatkan perhatian dari Kelurahan Akcaya berupa mesin dan selang,” terang Ferdy. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *