Ini Awal Mula Ditemukannya Limbah Nuklir di Perumahan Warga Tangsel

UKUR - Tim teknis kimia biologi radioaktif Gegana Brimob Mabes Polri dan Tim Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETAN) melakukan pengukuran tingkat paparan tinggi radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (15/2/2020). (MUHAMMAD IQBAL/ANTARA FOTO)
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menemukan unsur radioaktif di sebuah lapangan kosong Perumahan Batan Indah Kecamatan Setu, Tangerang Selatan sejak kemarin. Dalam keterangan resmi yang dirilis Minggu (16/2/2020), penemuan ini bermula ketika Bapeten menguji rutin fungsi alat pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS-MONA). Bapeten sudah memiliki alat ini sejak 2013 dan selalu dilakukan uji fungsi alat.

Pada tanggal 30-31 Januari 2020, Bapeten melakukan uji fungsi dengan meliputi target area Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah dan Stasiun KA Serpong.

Bacaan Lainnya

Secara umum, nilai paparan radiasi lingkungan di daerah tersebut normal, namun terjadi peningkatan atau kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di Perumahan Batan Indah. Tim kemudian mengecek ulang dan penyisiran di sekitar daerah tersebut. Alhasil, ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal.

Bapeten telah berkoordinasi dengan menginformasikan hasil pengecekan ke ketua RT setempat, dan memasang garis pembatas di lokasi dengan laju paparan yang tinggi, dengan disaksikan oleh ketua RT. Sampel tanah di sekitar lokasi pun sudah diambil untuk dilakukan analisa lebih lanjut di laboratorium PTKMR-BATAN.

Pihak Bapeten akan kembali memetakan paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah hari ini. Bapeten saat ini menduga ada pihak yang sengaja membuang limbah radioaktif di perumahan tersebut.

“Jadi intinya begini, perlu ditegaskan bahwa ini bukan kebocoran atau kejatuhan atau fall out, gitu. Semata-mata mungkin ini memang ada yang meletakkan, menaruh, membuang, atau apa pun. Kita akan menginvestigasi lebih lanjut,” kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan. (rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *