Puluhan Drum Limbah Nuklir Diamankan dari Perumahan Warga di Tangsel

UKUR - Tim teknis kimia biologi radioaktif Gegana Brimob Mabes Polri dan Tim Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETAN) melakukan pengukuran tingkat paparan tinggi radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (15/2/2020). (MUHAMMAD IQBAL/ANTARA FOTO)
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Puluhan drum limbah radioaktif telah dibersihkan dari Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (16/2/2020). Limbah ini ditaruh di dalam drum dan diangkut memakai truk ke PLTR (Pusat Teknologi Limbah Radioaktif).

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Heru Umbara mengatakan mereka mengerahkan 28 petugas yang terbagi dalam empat kelompok untuk mengambil limbah radioaktif di Perumahan Batan. Kelompok ini, bekerja tiap 1 jam.

Bacaan Lainnya

“(Bekerja) dengan cara memasukkan tanah ke drum. Kelompok pertama tadi sudah bekerja menghasilkan 27 drum. Selama 1 jam, kelompok pertama mengumpulkan 27 drum tanah yang nanti akan dibawa ke PTLR,” kata Heru di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel sebagaimana dilansir dari Detik.com.

Tanah yang mengandung zat radioaktif yang diangkut kelompok pertama ini masih dalam kategori aman, yakni 2-10 mikrosievert/jam.

“Batasannya 80 mikrosievert. Masih di bawah,” lanjutnya.

Sedang kelompok kedua telah mengambil 12 drum. Dari pengambilan tanah ini, diketahui dosis tanahnya lebih rendah ketimbang drum yang telah diangkut kelompok pertama.

“Hasil dari penerimaan paparan lebih kecil lagi. Karena mungkin di kelompok pertama tadi sudah terangkat banyak. Jadi penerimaan dosisnya antara 2-10 mikrosirvert. Bahkan ada yang nol koma,” ungkapnya.

Pemetaan terus dilakukan untuk proses pengambilan zat radioaktif ini. Tanah yang terpapar zat radioaktif diambil dengan mengeruk tanah.

“Jadi yang sudah dilakukan (pengerukan) 10. Sekarang itu kan tidak dikeruk, kami mengambil dari yang sudah dikeruk. Ini kan ada gundukan tanah. Mungkin nanti kalau paparannya masih ada di atas, kita akan lanjutkan pengerukan. Kita lakukan per 10 sentimeter,” pungkasnya.

Di lokasi, drum-drum masih ditaruh di daerah yang terkena zat radioaktif. Petugas masih melakukan pembersihan. Garis polisi pun masih terpasang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *