Rifqi Wahyu Nur Hafidh Ditemukan Tewas di dalam Parit di Ketapang

BARANG BUKTI - Sepeda motor yang dipakai korban tenggelam di dasar parit kebun dan ditemukan Sabtu (16/2/2020). (HUMAS POLSEK MANIS MATA)
banner 468x60

KETAPANG, insidepontianak.com – Warga Kecamatan Manis Mata digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki bernama Rifqi Wahyu Nur Hafidh (21) asal Kabupaten Lampung Tengah yang diketahui bekerja sebagai Mandor Perawatan Di PT HHK Sungai Jelai Estate (SJE). Mayat tersebut ditemukan di pinggir sungai kecil yang terletak di area kebun sawit Blok M13, AF07 PT HHK SJE, Dusun Batu Singkapan, Desa Batu Sedau, Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang, Sabtu (15/2/2020).

Kapolres Ketapang, AKBP RS Handoyo melalui Kapolsek Manis Mata, IPTU Suhud Try Haryatmo mengatakan informasi adanya penemuan mayat berasal dari salah satu manager PT HHK SJE yang melaporkan via telepon.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan informasi tersebut, sekitar pukul 11.30 WIB, bersama dengan tiga orang anggota, kami langsung melakukan giat cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memintai keterangan para saksi,” terangnya, Minggu (16/2/2020).

Menurut keterangan seorang saksi, Ridwan Widyanto (32), Kamis (13/2/2020) sekira pukul 17.30 WIB, korban mengantar saksi dengan sepeda motor merek Verza warna merah tanpa plat nomor polisi milik saksi ke kantor PT HHK SJE Manis Mata. Setelah itu, korban langsung pulang dengan mengendarai sepeda motor milik Ridwan.

“Sekira pukul 21.30 WIB, saksi pulang dari kantor menuju ke rumahnya dengan diantar mobil. Adapun rumah saksi berdekatan dengan korban. Dan sesampai di rumah saksi tidak ada melihat motornya yang dibawa korban dan akhirnya saksi menyuruh karyawan yang lainnya untuk mencari namun tidak ditemukan,” kata Kapolsek menirukan keterangan saksi.

Jumat (14/2/2020), Ridwan melapor ke kantor bahwa korban tidak pulang ke rumahnya di Perum Blok Q.31 AF.07 PT HHK -SJE, Dusun Batu Singkapan, Desa Batu Sedau, Kecamatan Manis Mata. Atas laporan tersebut karyawan mencari di areal kebun perusahaan.

Saksi lain, Kasmin (46) yang juga karyawan PT HHK SJE Manis Mata menerangkan korban pada Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 18.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, singgah di warung makan miliknya. Karena hujan turun dengan lebat dan sambil menunggu hujan reda korban makan.

“Namun karena hujan tidak kunjung reda korban meminjam jas hujan kepada saksi setelah itu korban berangkat untuk pulang dari warung sekira pukul 22.00 WIB dengan menggunakan sepeda motor warna merah,” tutur Kasmin.

Sabtu (15/2/2020) dari pukul 08.00 WIB, karyawan perusahaan mencari di area kebun dengan menyusuri blok-blok kebun. Sekitar Pukul 11.30 WIB, salah seorang karyawan bernama Aji menemukan kendaraan yang dipakai korban di dalam parit yang terletak di area kebun Blok M.31 PT HHK SJE dengan jarak sekitar 50 meter dari jalan kebun.

“Dan dilakukan penelusuran kembali ke arah hilir sungai sekitar 50 meter dari jarak kendaraan ditemukan korban dalam keadaan tersangkut kayu repak-repak di tepi aliran sungai dan telah mengeluarkan bau busuk,” ungkapnya.

Dari hasil cek TKP dan keterangan para saksi, menunjukan korban sewaktu melewati jalan blok kebun di jembatan yang banjir, diduga korban berjalan terlalu ke pinggir. Akibatnya, terperosok dan masuk ke parit dan langsung terseret arus parit. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *