Sempat Dikarantina di Natuna, Mahasiswi Kalbar yang Kuliah di Tiongkok Disambut Bahagia Keluarga

SENYUM - Syarifah Nurus Soffia Perwira Putri saat ditemui di kediamannya di Pontianak, Minggu (16/2/2020). (ANDI/insidepontianak.com)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Rona bahagia terpancar di raut wajah Titik Harjito. Perempuan 50 tahun itu tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya usai sang putri Sarifah Nurus Soffia Perwira Putri tiba di kediamannya di Jalan Tanjung Raya II, Kecamatan Pontianak Timur, Minggu (16/2/2020) pagi.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu, berkuliah di Hubei University of Science and Technology. Dia mahasiswi semester enam.

Bacaan Lainnya

Sejak merebaknya wabah virus Corona di Negeri Tirai Bambu, Sarifah menjadi salah satu dari 238 mahasiswa yang dipulangkan ke Indonesia. Dia pun sempat menjalani karantina di Natuna, Kepulauan Riau. Hasil pemeriksaan semua dinyatakan sehat dan tak terinfeksi virus Corona.

Di Natuna, mereka dikarantina bersama dengan 238 warga Indonesia lainnya yang tinggal di sejumlah kota di Tiongkok. Kebanyakan dari mereka merupakan mahasiswa. Termasuk empat warga Kalbar tersebut yang terdiri dari dua laki dan dua perempuan.

Sebelum dipulangkan dari Tiongkok, mereka dikumpulkan di Kota Wuhan untuk diperiksa kesehatannya oleh Pemerintah Tiongkok. Tiga orang WNI tak diperbolehkan pulang ke Indonesia karena demam dengan suhu di atas 38 derajat. Mereka pun akhirnya dirawat Pemerintah Tiongkok.

“Setelah dikumpulkan WNI dari semua provinsi, ternyata empat orang menolak untuk kembali ke Indonesia. Mungkin karena alasan personal,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson kemarin.

Ketika hendak dipulangkan dari Wuhan pun, Pemerintah Indonesia memeriksa ulang kesehatan mereka. Hingga akhirnya proses karantina dilakukan dalam rangka antisipasi lantaran semuanya dinyatakan sehat ketika pulang. Sedang masa inkubasi virus Corona sampai 14 hari.

“Karantina di Natuna akan berakhir 15 Februari. Mereka sudah dinyatakan sehat dan bisa pulang ke rumah masing- masing besok,” ujarnya.

Masyarakat pun tak perlu khawatir lantaran mereka yang dikarantina di Natuna telah melalui pemeriksaan berlapis. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *