Empat Tahun Pimpin Ketapang, Martin-Suprapto Paparkan Berbagai Prestasi

BUKA - Bupati Ketapang, Martin Rantan saat membuka pemaparan hasil empat tahun memimpin Ketapang, Minggu (16/2/2020) malam. (FAUZI/insidepontianak.com)

KETAPANG, insidepontianak.com – Sejumlah prestasi dan pembangunan telah ukir Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, Martin Rantan-Suparpto S semenjak empat tahun masa kepemimpinannya. Progres rencana aksi Korsupgah KPK Kabupaten Ketapang tahun 2019 menjadi poin yang disampaikan pertama kali. Ketapang berada di peringkat ke 3 dari 15 pemerintah daerah termasuk Pemrov Kalbar.

“Ini suatu prestasi yang luar biasa menurut kami,” ujar Kepala Bappeda Ketapang, Harto kemarin.

Bacaan Lainnya

Sementara di bidang laporan keuangan, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat tahun berturut-turut mulai 2016 hingga 2019. Perolehan opini WTP menjadi indikator sebuah kabupaten mampu menunjukkan dan mengimplementasikan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Beberapa waktu lalu, Kepala BPKAD kita pernah diundang oleh Universitas Indonesia untuk menjadi narasumber dalam pengelolaan dan pengamanan aset kabupaten,” ucap Harto.

Total nilai aset Pemkab Ketapang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan legalitas formal kepemilikan berupa sertifikat. Sejak 2016 hingga 2019 peningkatan nilai aset Pemda Ketapang mencapai Rp6 triliunan.

Pemerintah Kabupaten Ketapang menargetkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) nilai B. Nilai SAKIP mencerminkan tingkat akuntabilitas instansi pemerintah dalam mempertanggungjawabkan hasil atau manfaat dari seluruh penggunaan anggaran negara atau daerah secara efektif efisien dan ekonomis.

“2019 nilai SAKIP kita CC, target kita 2020 harus B, dan ini perlu dukungan dari seluruh unsur masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah sehingga kinerja kita akan lebih baik ke depan,” ujarnya.

Dalam hal pelayanan publik, Ketapang juga menunjukan perubahan yang lebih baik. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menjadi satu di antara OPD yang menunjukan kemajuannya. Hasil penilaian Kemenpan-RB tahun 2018 mendapat nilai C, namun di tahun 2019 meningkat menjadi B. Begitu pula Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang awal hanya mendapat nilai C-, di tahun 2019 menjadi C.

“Tentu ini terus kita pacu agar ke depan hasil penilaian pelayanan publik di Kabupaten Ketapang semakin baik,” tambahnya.

Di bidang infrastruktur, jika dirunut dari tahun 2016 peningkatan jalan dan jembatan juga mengalami kemajuan yang cukup siginifikan.

“Kondisi jalan kabupaten kondisi mantap tahun 2016 sebesar 19,80 persen, tahun 2017 21,38 persen, tahun 2018 22,65 persen dan tahun 2019 meningkat tajam menjadi 37,10 persen, panjang jalan 3.239,090 km jalan dalam kondisi baik dan sedang pada tahun 2019 1.201,64 km,” paparnya.

Begitu pula dengan sarana air bersih, meski mengalami penurunan pada tahun 2017 namun di tahun 2018 dan 2019 cenderung mengalami peningkatan.

Tak sampai di situ, pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat pada tahun 2018 telah dibangun sebanyak 122 unit. Sementara di tahun 2019 dibangun 120 unit rumah. Bantuan stimulan perumahan swadaya tahun 2017 sebanyak 250 bantuan, tahun 2018 sebanyak 778 bantuan, dan tahun 2019 sebanyak 200 bantuan.

Di bidang kesehatan, Pemkab Ketapang memberikan perhatian tersendiri agar kesehatan masyarakat yang begitu luas di Kabupaten Ketapang dapat terlindungi yakni dengan pembangunan dan renovasi Puskesmas dengan standar nasional. Tahun 2017 sebanyak empat Puskemas dibangun yakni di Sukabangun, Sandai, Kendawangan dan Sungai Melayu Rayak. Tahun 2018 tiga puskemas yakni di Marau, Suka Mulya dan Sungai Awan. Tahun 2019 sebanyak empat puskesmas yakni Puskesmas Kedondong, Simpang Dua, Air Upas dan Jelai Hulu. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *