Martin Bakal Beri Izin Pembangunan Pabrik Sawit Mini Petani Lokal

Pelantikan DPD Apkasindo Ketapang. (Fauzi/Insidepontianak.com)
banner 468x60

KETAPANG,insidepontianak.com – Bupati Ketapang, Martin Rantan menyebutkan pemerintah siap mendukung Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Ketapang. Niatan untuk membangun pabrik kelapa sawit mini akan diberikan. Namun mesti sesuai syarat yang ditentukan oleh pemerintah.

“Dengan 74 perusahaan perkebunan yang ada di Ketapang saat ini, baru ada 26 pabrik kelapa sawit. Kalau musim panen raya nanti, jangankan untuk buah petani, buah sendiri juga tidak akan tertampung. Jadi jawaban saya ini adalah solusinya,” ucapnya saat pelantikan pengurus Apkasindo Ketapang, Minggu (16/2/2020).

Bacaan Lainnya

Martin berharap agar para petani sawit yang tergabung dalam Apkasindo Ketapang kompak dalam memecahkan persoalan petani. Karena Apkasindo merupakan sebuah lembaga sebagai payung dan advokasi.

“Apkasindo sebagai lembaga yang menaungi petani diharapkan dapat menjadi wadah petani untuk mengatasi persoalan petani dengan cara perundingan dan seusai aturan,” harapnya.

Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Apkasindo Kabupaten Ketapang periode 2020-2025 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPW Apkasindo Kalbar, Samuel di Pendopo Bupati Ketapang.

Sebelumnya DPD Apkasindo Ketapang telah melakukan Musyawarah Daerah (Musda) ke-2, Sabtu (15/02/2020). Dalam Musda tersebut Lusminto Dewa terpilih secara aklamasi untuk menahkodai Apkasindo Ketapang. Dia didampingi Antonius Lemen sebagai sekretaris dan M Saufi sebagai bendahara.

Lusminto Dewa mengatakan, kehadiran Apkasindo di Ketapang tidak lain bertujuan untuk ikut membangun kemandirian petani kelapa sawit di Ketapang. Dan membantu menyejahterakan petani melalui kesamaan harga komoditas sawit sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Tujuan kita ialah agar hasil hasil panen buah sawit petani di Kabupaten Ketapang dibeli dengan harga yang seusai dengan indeks yang telah ditentukan oleh Pemerintah,” katanya.

Dia juga menyebut kehadiran Apkasindo di Ketapang juga sebagai wadah bagi para petani kelapa sawit memperjuangkan hak-haknya. Baik persoalan terkait dengan lahan pertanian maupun persoalan petani lainnya.

“Kuncinya dalam membangun Apkasindo ke depan agar menjadi organisasi besar yang benar-benar berjuang untuk kepentingan masyarakat petani ialah dengan empat konsep dasar. Yakni ketulusan, kekompakan dan mekanisme dan swadaya. Jika bekerja dengan empat hal tersebut kita yakin bisa menyelesaikan persoalan petani sawit di Ketapang,” harapnya.

Apkasindo sendiri adalah organisasi profesi petani kelapa sawit yang diakui, disahkan dan dibina oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Eksekutif Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Republik Indonesia (Gapperindo) serta Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI).

Apkasindo terbentuk pada tahun 2000. Dengan difasilitasi oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sebagai wadah pemersatu petani kelapa sawit Indonesia. Apkasindo telah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum sebagai organisasi kemasyarakatan profesi.

Saat ini, Apkasindo telah tersebar di 21 provinsi dan 150 kabupaten penghasil kelapa sawit di Indonesia. Mulai dari Nangroe Aceh Darussalam sampai Provinsi Papua. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *