Candaan Tarik Kursi Makan Korban di Sintang

ilustrasi via halodoc.com
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Seorang siswi SMP kelas IX di Kabupaten Sintang mengalami cidera usai temannnya bercanda dengan menarik kursi. Kejadian tersebut terjadi Selasa (11/2) lalu.

Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Tambur Manalu bercerita, peristiwa bermula dari candaan temannya yang menarik kursi saat korban akan duduk. Pada saat itu, guru yang mengajar di kelas sedang keluar ruangan.

“Dampaknya, seorang anak yang mengalami cidera akibat dari permainan yang kurang mendidik sesama teman. Akhirnya dirawat di rumah sakit, sebenarnya itu permainan yang berisiko dan berbahaya karena ketika jatuh akan terbentur tulang ekor,” jelasnya, Selasa (18/2/2020).

Hingga kini kasus itu masih berlanjut. Pihak keluarga korban dan pelaku tengah dimediasi.

“Menurut informasi sekolah sudah melakukan mediasi dengan membuat pernyataan, dari orang tua anak pelaku untuk bertanggung jawab ketika ada yang terjadi terhadap korban,” terangnya.

Tambur berharap kasus ini dilaporkan ke kepolisian agar ditangani dengan baik. Dia pun ingin kasus sama tak terulang. Candaan seperti itu sangat berbahaya.

“Permainan ini berdampak tidak baik, ada anak yang menjadi korban, canda-candaan yang tidak baik. Sehingga kami berharap ada pembelajaran yang positif, baik masyarakat secara umum, atau orang tua anak sebagai pelaku atas tindakan anak yang berakibat fatal ini. Kami berharap proses hukum dapat berjalan,” paparnya.

Hingga kini, korban masih dirawat di rumah sakit. Tambur menyayangkan korban belum sempat divisum. Sedang tenggatnya dalam pelaporan telah lewat.

“Makanya kami akan tindaklanjuti orang tua untuk melakukan pelaporan. Kita akan memonitor ini dangan baik,” ucapnya.

Pihak sekolah pun diharap optimal dalam pengawasan siswa.

“Kami berharap ada pengawasan optimal dari pihak sekolah, supaya tidak ada ruang untuk anak bercanda yang tidak baik seperti itu,” tutupnya. (balasa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *