Dua Ibu di Pontianak Eksploitasi Anak Kandung Jadi Pengemis

Komisioner KPPAD Kalbar Divisi Data Informasi dan Pelayanan Pengaduan Alik R Rosyad. (net)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – KPPAD Kalbar, bersama Dinas Sosial Kota Pontianak, mengamankan dua ibu rumah tangga, karena melakukan eksploitasi terhadap anaknya sendiri, Senin (17/2/2020) malam. Kedua ibu rumah tangga itu, adalah AG dan LE. Warga Pontianak Timur.

Komisioner KPPAD Kalbar, Divisi Data Informasi dan Pelayanan Pengaduan, Alik R Rosyad menyebutkan, bentuk eksploitasi yang dilakukan AR dan Ag yakni menjadikan anak-anaknya sebagai pengemis.

Bacaan Lainnya

Dalam seminggu Ar dan LE, mempekerjakan anaknya meminta-minta di simpang empat Jalan Dr Soetomo dan Danau Sentarum, selama empat kali. Waktunya, sehabis Magrib sampai pukul 22.00 WIB.

“Hasil yang didapat per sekali turun, kurang lebih Rp80 ribu,” ucapnya.

Adapun anak dari Ag yang dijadikan pengemis itu, masih berumur 10 tahun.  Sedangkan anak LE masih berumur 9 tahun.  Kedua ibu rumah tangga itu, sudah sering ditertibkan.

Bahkan Dinas Sosial kata Alik sudah berkali-kali melakukan pembinaan terhadap keduanya. Sehingga, penanganan awal kasus eksploitasi terhadap anak itu, sempat diarahkan untuk diproses hukum.

Sebab jelas, keduanya terbukti secara sah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak, Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 76 huruf i, tentang eksploitasi anak di bidang ekonomi. Pelanggaran Pasal itu ada sanksi pidananya. Yaitu maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp200 juta.

Namun, setelah dimintai keterangan bersama pihak kepolisan dan Dinas Sosial, kedua ibu rumah tangga itu, meminta maaf.  Mereka berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Atas pertimbangan kemanusiaan, kemudian mereka punya anak yang harus dipelihara dan dijaga,  maka kami bersepakat tidak meneruskan proses hukumnya,” jelasnya.

“Tetapi mereka tetap kami minta menandatangai surat pernyataan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Apbila mereka kita temukan lagi, maka tidak perlu lagi ditoleransi. Kita akan proses hukum,” pungkasnya.

Alik menambahkan, kedua ibu rumah tangga tersebut, sejatinya sudah mendapat program Pendampingan Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Kota Pontianak. (abdul)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *