Lima Gubernur Kalimantan Deklarasikan Dukungan Pemindahan Ibu Kota Baru

DEKLARASI - Lima gubernur di Kalimantan mendeklarasikan diri mendukung pemindahan ibu kota baru di Kalimantan Timur, dalam Musrenbang Regional Kalimantan di Pendopo Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (19/2/2020). (ABDUL/insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Lima gubernur se Kalimantan mendeklarasikan dukungan pemindahan ibu kota baru di Kabupaten Penajem Passer Utara, Kalimantan Timur, di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (19/2/2020) siang.

Pembacaan deklarasi tersebut dilakukan usai pembukaan Musrembang Regional Kalimantan 2020. Kegiatan itu disaksikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Juru Bicara
Presiden, Fadjroel Rachman dan jajaran Forkopimda.

Bacaan Lainnya

“Atas nama Presiden RI, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan lima Gubernur dan seluruh masyarakat Kalimantan terhadap perpindahan provinsi baru di Penajem Paser Utara,” kata Fadjroel Rachman, Juru Bicara Presiden.

Sebagai orang Kalimantan, Fadjroel mengaku senang karena Pulau Kalimantan dipilih menjadi lokasi ibu kota negara yang baru. Sehingga, dia mengaku segaja menyempatkan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya orang Kalimantan, makanya saya gembira dan kemarin minta izin ke Presiden untuk hadir sebagai orang Kalimantan mendukung ibu kota baru,” ungkapnya.

Dia yakin, seluruh pulau di wilayah Kalimantan akan mendapatkan keuntungan dengan hadirnya ibu kota baru, baik secara ekonomi, infrastruktur hingga, sumber daya manusia.

Sebab, hampir Rp500 triliun dana akan masuk dalam pembangunan ibu kota baru. Selain itu, 2, 5 juta orang yang akan mendiami ibu kota baru pada tahun 2024 nanti.

“Pastinya 2,5 juta orang itu akan memerlukan pangan seperti beras. Beberapa tempat di Kalimantan. Kalsel misalnya bisa menjadi penyedia,” paparnya.

Selain itu, daerah-daerah yang memiliki industri semen di Kalimantan tentunya akan terdampak. Sebab, sangat diperlukan dalam pembangunan infrastruktur. Di samping itu, universitas terbaik juga direncanakan dibangun di Kalimantan sehingga meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM).

“Insyaallah nanti seluruh warga Kalimantan bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik di ibu kota baru. Mudah-mudahan target pemindahan ibu kota baru di tahun 2024 berjalan mulus,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *