Listrik Menyala, Warga Dusun Pangkalan Tuik Sambut Penuh Suka Cita

Selebrasi penyalaan puluhan rumah warga dilakukan secara simbolis oleh jajaran manajemen PLN UP3 Singkawang dan Kades Twi Mentibar, di rumah Ketua RT 10 Dusun Pangkalan Tuik. (PLN)

SELAKAU, insidepontianak.com – Penantian panjang warga Dusun Pangkalan Tuik, Desa Twi Mentibar, Kecamatan Selakau untuk dapat menikmati listrik kini telah berakhir. Pasalnya listrik PLN kini telah menyala pada Selasa (18/2/2020).

Acara selebrasi  penyalaan puluhan rumah warga dilakukan secara simbolis oleh jajaran manajemen PLN UP3 Singkawang dan Kades Twi Mentibar, di rumah Ketua RT 10 Dusun Pangkalan Tuik.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Twi Mentibar, Aris Sugianto, Dusun Pangkalan Tuik yang merupakan bagian dari Desa Twi Mentibar merupakan salah satu lumbung padi yang menyokong kebutuhan beras di Kabupaten Sambas.

Mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani, sisanya nelayan dan buruh tani. Sebelum listrik PLN masuk, untuk menghidupkan lampu dan peralatan listrik seadanya seperti kipas angin dan televisi.

Warga menggunakan mesin genset, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp900 ribu hingga Rp1 juta sebulan. Kondisi ini tentunya sangat memberatkan warga desa.

Diakui Aris, ketiadaan listrik juga membuat sebagian warga lebih memilih keluar dan pindah ke desa lain yang telah teraliri listrik. Dulu, ada sekitar 100 rumah di dusun ini, namun kini tinggal separuhnya saja yang masih bertahan dan menetap.

“Dusun ini sebenarnya memiliki lahan yang subur. Namun ketiadaan listrik membuat sebagian warga memilih untuk pindah ke desa lain yang sudah teraliri listrik. Dengan masuknya listrik PLN, pastinya potensi ekonomi masyarakat akan tumbuh dan berkembang. Dan warga yang dulunya pindah pastinya akan tertarik untuk kembali dan menggarap lahan pertanian mereka,” ungkap Aris.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Singkawang, Robin Septavyn, untuk menyalakan listrik di dusun ini, pihaknya telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1 kms, dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,628 kms, serta 1 unit gardu distribusi berkapasitas 100 kVA.

Seluruh pekerjaan dilaksanakan melalui program Listrik Dusun dengan menggunakan anggaran PMN (Penyertaan Modal Negara).

Robin berharap, dengan masuknya listrik ke dusun tersebut, perekonomian warga dusun akan semakin meningkat.

“Saya melihat potensi perekonomian warga khususnya di sektor pertanian dan peternakan cukup menjanjikan. Lahan yang subur dan luas tentunya dapat dimanfaatkan warga untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Keberadaan listrik PLN tentunya akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Dusun Pangkalan Tuik ini,” kata Robin.

Layanan Sehari Nyala

Luapan kebahagian warga semakin lengkap dengan dilaksanakan program layanan Same Day Service, Layanan Sehari Nyala yang diprakarsai oleh Tim Pemasaran PLN ULP Pemangkat.

Warga yang mendaftar untuk menjadi pelanggan PLN, melunasi biaya penyambungan, serta melengkapi persyaratan administrasi lainnya langsung dinyalakan listrik di rumahnya di hari yang sama.

“Kemudahan ini kami lakukan agar masyarakat dapat segera menikmati listrik PLN yang telah lama mereka idam-idamkan,” ujar Robby Andreas, Manager PLN ULP Pemangkat.

Sebelum pelaksanaan program layanan Same Day Service ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada perangkat desa dan warga dusun. Petugas PLN juga sudah melakukan peninjauan ulang rumah-rumah warga yang akan dinyalakan listriknya, terutama menyangkut keberadaan instalasi listrik yang sebelumnya telah terpasang.

“Rasanya seperti mimpi dapat menikmati listrik yang telah menyala di rumah kami. Kini segala aktivitas dapat kami lakukan kapan pun tanpa terkendala dengan keberadaan listrik. Terima kasih kami ucapkan kepada PLN yang telah membuat dusun kami terang benderang,” tutur Ali, warga setempat. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *