Mendagri Minta Pemerintah Provinsi di Kalimantan Permudah Investasi

Mendagri Tito Karnavian saat pemaparan di Musrenbang Regional Kalimantan 2020, di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (19/2/2020). (Andi/Insidepontianak.com)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian meminta sejumlah provinsi di Kalimantan untuk memberikan kemudahan atas investasi. Ini sehubungan dengan pembangunan ibu kota baru Indonesia yang akan dibangun di Kalimantan Timur.

Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan oleh pemerintah saat ini mencapai Rp400 triliun, dengan target 2024 bisa segera pindah dari DKI Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Peluang ini bisa dimanfaatkan Kalimantan dengan potensi yang ada sehingga siap menghadapi tantangan ke depannya,” ungkap Tito Karnavian saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) se-Kalimantan yang dilaksanakan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (19/2/2020).

Anggaran yang cukup besar ini, tampaknya menjadi peluang menarik investasi. Dikatakannya, ada dua negara yang sudah menyatakan minatnya langsung, yakni Uni Emirat Arab dan Jepang. Kedua negara ini nantinya akan menjadi pendukung finansial dalam tahapan pembangunan ibu kota negara yang baru.

“Beberapa sudah mau seperti Pangeran Arab Emirat dan Jepang, hal ini dilakukan agar tidak mengganggu beban APBN,” katanya.

Tito mengatakan, lima provinsi di Kalimantan yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah akan menarik investasi besar yang terkoneksi dengan dukungan pendanaan itu.

Dari sisi infrastruktur kata dia, pembangunan jalan Trans Kalimantan telah dilaksanakan oleh Kementerian PU PR atas perintah langsung Presiden RI. Belum lagi rencana menghubungkan setiap provinsi di Kalimantan melalui jalur kereta api. Ini menurutnya sebagai jalan cepat untuk memudahkan akses ke ibu kota negara yang baru.

Ia pun menerangkan jika hak menuju konektifitas harus baik ke seluruh kawasan Kalimantan sehingga pembangunan harus dipercepat karena dengan adanya pemindahan maka hal tersebut menjadi sebuah kebutuhan.

“Pendapat saya pemerintah saat ini by kondisi dan sebagai tempat di mana akan dibangun ibu kota baru karena kebutuhan maka pemerintah akan membangun,” pungkasnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *