Satreskrim Polres Melawi Ungkap Pelaku Pembunuhan Kakak Beradik di Nanga Pinoh

KONPRES - Polres melawi menggelar konferensi pers kasus pembunuhan di Nanga Pinoh, Rabu (19/2/2020). (IST)

MELAWI, insidepontianak.com – Satreskrim Polres Melawi akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan dua kakak beradik, warga Dusun Sidomulyo, Katan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Senin (17/2/2020) sekitar pukul 19.30 WIB.

Pelaku adalah seorang pria berinisal DV, warga Kecamatan Nangah Pinoh. Sebelum ditetapkan tersangka, pelaku sudah diperiksa sebagai saksi. Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan dengan memeriksa sembilan saksi, ditambah bukti-bukti hasil olah TKP, serta hasil gelar perkara, pelaku tersebut kuat mengarah ke DV.

Bacaan Lainnya

Dengan bukti-bukti yang ada, DV ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (19/2/2020).

Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi mengungkapkan, penganiayaan sadis yang dilakukan DV terhadap korban, diduga bermotif sakit hati. Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, pelaku pernah meminjam motor ayah korban bernama Iwan selama tiga pekan.

Si Iwan lantas kesal. Sebab, pelaku memakai motornya dengan waktu yang lama, tanpa ada kabar. Ketika pelaku mengembalikan motor tersebut, perkataan Iwan menyinggung perasaannya.

“Iwan bilang ke pelaku, ‘masih hidup kah kau’,” ujar kapolres menirukan ucapan Iwan, dalam konferensi pers di Mapolres Melawi, Rabu (19/2/2020).

Dari situ pelaku kesal. Dia sempat menuliskan kekesalannya di Facebook.

“Orang masih hidup kok dibilang mati,” tulis DV.

Singkat cerita, Senin (17/2/2020) malam, pelaku datang ke rumah Iwan. Semula, dia mau ambil BPKB motornya, karena merasa utang uang yang dipinjam dengan jaminan BPKB telah lunas dibayar. Sekitar 10 menit bertemu, Iwan mendadak pergi ke rumah temannya. Karena ada bisnis yang harus dibicarakan.

Di rumah, tinggallah istrinya, Wita dan dua anaknya, Sandi Purwanto (17) dan Aina Nursifa (4).

Merasa ditinggal pergi, pelaku sakit hati. Pelaku menawarkan kerupuk basah ke anak sulung Iwan, Sandi yang sedang main dengan adiknya, Sifa di ruang tengah. Sandi menjawab dengan kata-kata yang dinilainya menyinggung perasaan.

DV makin tak terima. Dia emosi dan masuk ke dapur dan mendesak Wita mengambilkan BPKB motornya. Ketika permintaan itu baru hendak dilakukan, tiba-tiba pelaku memukul kepala WITA dengan besi shockbreaker motor sebanyak dua kali.

Wita tersungkur lalu menjerit. Anak sulungnya, Sandi bergegas melihat ibunya dan akhirnya ikut jadi sasaran amukan pelaku. Sifa pun tak lepas dari kalapnya.

Akibatnya, Sandi dan Sifa meregang nyawa. Sementara Wita pingsan. Ketika kejadian diketahui yang lain, Wita segera dilarikan ke RS Melawi hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Pontianak.

Menurut Kapolres, pelaku sudah mengakui perbuatnya. Pelaku dijerat pasal berlapis. Mulai dari pasal 338, pasal 351 KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan, serta pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman pidananya 20 tahun penjara,” jelasnya.

Keadaan Wita kini berangsur membaik.

“Kami berharap agar korban diberikan kesembuhan,” pungkasnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *