Hendardji Optimis Sujiwo Mampu Majukan Kebudayaan Kalbar

Ketua KSBN Kalbar terpilih, Sujiwo (kiri) bersama Ketua Umum KSBN Pusat, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji (kanan). (Ist)

SUNGAI RAYA, insidepontianak.com – Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kalimantan Barat terpilih, Sujiwo diyakini mampu memajukan kebudayaan Kalbar. Keyakinan tersebut diutarakan Ketua Umum KSBN Pusat, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji saat melawat ke ruang kerja Wakil Bupati Kubu Raya tersebut pada Kamis, 20 Februari 2020.

“Memajukan kebudayaan itu memang perlu daya juang yang tinggi karena itu sama dengan membangun bangsa dan membangun peradaban. Memang untuk memajukan itu perlu orang kuat, dan saya melihat Pak Wakil Bupati Kubu Raya ini termasuk orang kuat di Kalbar. Sehingga, Insya Allah budaya di Kalbar akan maju,” ujarnya, di Kantor Bupati Kubu Raya, kemarin.

Di bawah kepemimpinan Sujiwo yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Kalbar tersebut, KSBN Kalbar diyakini Hendardji mampu mengakomodasi kepentingan para seniman dan budayawan Kalbar dalam mengembangkan kreasi dan inovasi di bidang seni budaya.

Tidak cukup sampai di situ, peranan Sujiwo juga diharapkan Hendardji bisa merambah ke budaya maritim, yakni dengan mendorong nelayan beroperasi hingga ke Zona Ekonomi Eksklusif, tidak cuma sebatas wilayah teritorial.

“Bicara soal kebudayaan, tentu bukan hanya berorientasi pada darat. Wilayah kita 70 persen itu laut. Budaya maritim tidak pernah tersentuh, yang 70 persen itu. Nah, melalui Pak Sujiwo yang nanti jadi Ketua KSBN Kalbar, saya berharap budaya maritim itu ditangani,” katnaya.

Sehingga, lanjut Hendardji nelayan-nelayan nantinya tidak hanya beroperasi di wilayah teritorial, tetapi sampai ZEE. Jika beroperasi sampai ZEE, tidak ada peluang bagi nelayan asing untuk masuk wilayah Indonesia.

“Mendorong nelayan untuk masuk ke ZEE bukan pekerjaan mudah, perlu orang kuat. Saya sangat yakin peranan Pak Sujiwo mampu mendorong nelayan-nelayan kita masuk ke ZEE,” harapnya.

Lebih lanjut purnawirawan jenderal bintang dua itu menjelaskan, Kalbar merupakan daerah kesembilan yang membentuk KSBN di seluruh Indonesia. Secara otomatis, masih ada 25 provinsi lain yang hingga sekarang belum membentuk KSBN.

“Karena ini memang organisasi baru, ya. Dasar pembentukannya pun baru diterbitkan pada tahun 2017 lalu, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Jadi sampai sekarang, dengan Kalbar baru ada sembilan. Masih 25 (provinsi) yang belum,” pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *