WhatsApp Tilang Mulai Berlaku, Tiga Pengendara di Pontianak Diberikan Teguran

TUNJUKKAN - Kombes Pol Salbiah menunjukkan aplikasi WhatsApp Tilang Polresta Pontianak, Kamis (20/2/2020). (ANDI/insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Terobosan e-Tilang melalui WhatsApp tilang Polresta Pontianak Kota kini mulai berjalan, meski masih dalam tahap uji coba. Aplikasi ini menyasar pengendara yang melakukan pelanggaran kasat mata.

“Sistem kerja WhatsApp tilang dengan mengirim foto atau video pengendara yang melakukan pelanggaran. Misalnya tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, berboncengan lebih dari satu serta pelanggaran-pelangaran kasat mata,” kata Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah, Kamis (20/2/2020).

Bacaan Lainnya

Foto pelanggar tersebut nantinya akan dikirim ke Command Center. Admin akan menyaring mana yang bisa ditindaklanjuti. Selanjutnya, data kendaraan yang terekam akan diminta ke Samsat untuk mendapatkan identitas pemiliknya.

Dari data itulah, petugas Satlantas akan mengirim surat pelanggaran.

“Di dalam surat tersebut tertera pelanggaran yang dilakukan pengendara, serta foto, dan nomor WhatsApp tilang untuk dikonfirmasi,” ungkapnya.

Setelah dikonfirmasi, pemilik kendaraan harus datang ke petugas. Petugas akan menjelaskan kapan dan di mana yang bersangkutan melanggar lalu lintas.

Apabila dalam kurun waktu 7×24 jam pelanggar tidak mengkonfirmasi surat tersebut, maka Satlantas akan meminta Samsat memblokir kendaraan pelanggar.

“Sehingga apabila yang bersangkutan ingin bayar pajak, maka dia harus menyelesaikan terlebih dahulu pelanggaran yang diperbuatnya,” paparnya.

Sejak Januari lalu, hingga Kamis (20/2/2020), sedikitnya tiga pelanggar sudah disurati. Mereka juga telah mengonfirmasi lewat WhatsApp tilang. Akan tetapi, kebijakan tersebut belum pada penegakan hukum, sebab masih dalam tahap sosialisasi.

“Sementara belum kita berikan tilang, hanya teguran tertulis, agar yang bersangkutan dapat tertib berkendara, karena terobosan tersebut masih dalam tahap uji coba, dan sosialisasi,” terang Polisi Teladan tahun 2019 ini.

Berdasarkan UU Nomor 14 kata Salbiah, petugas diberi waktu satu tahun, baru terobosan tersebut diberlakukan. Akan tetapi, kebijakan tersebut terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Di samping itu, sejak diluncurkan pertama pada kepemimpinan Kombes Pol M. Anwar Nasir, program tersebut telah didaftarkan di Men-Pan RB sebagai terobosan kreatif di bidang lalu lintas dalam penegakan hukum. Salbiah yakin, dampak program tersebut dapat membuat masyarakat tertib dalam berlalu lintas. Sebab, dari tiga pengendara yang diberi teguran tersebut, relatif sudah tertib.

“Harapan kita semuanya untuk pengendara tertib. Sebab bukan untuk polisi, karena berkendara itu harus aman,” harapnya.

Dalam banyak kesempatan, masih banyak pengendara yang beralasan karena dekat tidak mau menggunakan helm. Kemudian menggunakan helm saat ada polisi saja.

“Padahal helm ini berfungsi melindungi kepala kita. Kalau ada apa-apa, kepala tidak cidera,” imbuhnya.

Rencananya program tersebut akan berjalan dalam tahun ini. WhatsApp tilang nantinya akan menyasar seluruh ruas jalan di wilayah hukum Polresta Pontianak Kota. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *