Adik Suryadman Gidot Siap Maju Calon Bupati Bengkayang

Neneng usai sesi wawancara di Demokrat. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Neneng, adik Suryatman Gidot Bupati Bengkayang non aktif, mantap mencalonkan diri sebagai calon Bupati Bengkayang.

Anggota DPRD Provinsi Kalbar dari kader Demokrat tersebut, telah menjalani sesi wawancara di DPD demokrat sebagai tahapan penjaringan bakal calon di internal Partai.

Bacaan Lainnya

“Puji tuhan, saya sudah menjalani proses wawancara dengan lancar. Saya punya tekad. Intinya yakin dan pantang menyerah serta optimis dipercaya partai,” kata Neneng, dalam rilis yang diterima Insidepontianak.com, Sabtu (22/2/2020) lewat pesan Whatshapp.

Sesi wawancara tahapan penjaringan bakal calon bupati, khusus untuk kader, di DPD Demokrat Kalbar digelar Jumat sore kemarin.

Kata neneng proses wawancara dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD Demokrat Kalbar, Aquino Ceger dan dihadiri segenap pengurus lainya.

Menurutnya, proses wawancara kader yang akan maju sebagai peserta Pilkada, adalah perintah dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Demokrat.

Tujuannya untuk memastikan kader yang akan diusung, benar-benar memiliki integritas dan kapasitas kepempinan yang mumpuni.

Maju sebagai calon bupati Bengkayang, Neneng punya niat meneruskan pembangunan di daerahnya supaya lebih baik dan maju.

“Jujur, masih ada persoalan di Kabupaten Bengkayang yang mesti dibenahi. Mulai dari pembangunan infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial masyarakat,” katanya.

Neneng menilai, segala kekurangan yang masih terjadi di tanah kelahirannya itu, harus cepat ditangani. Jika tidak, Bengkayang akan semakin tertinggal dari kabupaten lain.

“Jika partai. meberikan kesempatan dan kepercayaan, saya siap maju. Masalah kalah menang, bagi saya itu hal yang biasa,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, hasil survei yang dilakukan lembaga independen, Nusakom Pratama, terhadap 12 calon Bupati Bengkayang, Neneng menempati urutan kedua elektabiltas tertinggi, dengan presentase 5,71 persen. Di bawah Subastianus Darwis yang meraih 21,43 persen.

Di posisi ke tiga ada nama Martinus Kajod, dengan nilai elektabilitas 3,67 persen. Kemudian di posisi empat dan ke lima muncul nama Mosses Ahie dan Herman Ivo dengan presentase lektabilitas sama-sama diangka 2,86 persen.

Survei yang dilakukan Nusakom Pratama digelar 22 November hingga 2 Desember 2019, dengan jumlah responden 810 sampling, yang tersebar merata di 17 Kecamatan di Bengkayang, dengan margin off error 5 persen.

Menanggapi hasil survei itu, Neneng tak ambil pusing. Sebab, menurutnya tahapan Pilkada masih panjang. Saat ini Neneng mengaku fokus terhadap tahapan dan mekanisme pencalonan.

“Saya berterimkasih kepada lembaga survei yang telah memberikan sampling. Tapi kami tiak terlalu mempedulikan itu. Karena sebenarnya, ya, di pemungutan suara nanti yang menentukan,” ucapnya.

“Saya percaya, masih dikehendaki dipilih masyarakat Bengkayang,” pungkasnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *