Awal Tahun, 13 Kasus DBD Terjadi di Pontianak

Kadinkes Pontianak, Sidiq Handanu. (ANDI/insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat, sedikitnya 13 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kota Pontianak sejak waktu Januari hingga Februari 2020.

“Sampai bulan Februari kasus yang sudah dikonfirmasi DBD berjumlah 13 kasus. Tidak ada yang meninggal,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu kepada insidepontianak.com, Jumat (28/2/2020).

Bacaan Lainnya

Jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, Handanu menilai jumlahnya turun. Dari 13 kasus tersebut, sebaran paling tinggi berada di Kecamatan Pontianak Barat, Pontianak Kota, dan Pontianak Selatan. Sedangkan, kelurahan yang paling tinggi terjadi di Kelurahan Parit Tokaya, Sungai Bangkong, Sungai Jawi dalam, dan Sungai Jawi Luar.

“Wilayah-wilayah tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain yang ada di Kota Pontianak,” ungkapnya.

Kasus DBD pun menjadi atensi Dinkes Kota Pontianak. Apalagi, musim penghujan sedang melanda Kota Pontianak, rawan dengan penyakit DBD.

Setiap tahunnya, kasus DBD muncul tinggi pada bulan Oktober, November, Desember, Januari, Februari, hingga Maret. Untuk menekan angka DBD, Dinkes Kota Pontianak terus memberikan promosi kesehatan, edukasi, dan pemahaman kepada masyarakat.

“Kami juga memberikan literasi tentang bagaimana cara penularan, cara pencegahan, dan kewaspadaan terhadap penyakit DBD,” jelasnya.

Pihaknya juga menerjunkan juru pemantau jentik (Jumantik) guna memberantas sarang nyamuk, dengan memeriksa tempat-tempat penampungan air periode tertentu. Menurutnya, program tersebut menjadi program yang paling efektif dan efisien, namun harus dilakukan oleh masing-masing keluarga dalam merawat kebersihan lingkungannya.

“Bagaimana memperhatikan kebersihan tempat-tempat penampungan air yang berada di lingkungan, kamar tidur, dan memeriksa kulkas, yang itu tidak bisa disentuh juru pemantau jentik,” paparnya.

Selain itu, masyarakat juga harus memperhatikan kebersihan lingkungan luar rumah dengan membersihkan plastik bekas, botol bekas, ban bekas agar tak menjadi sarang nyamuk.

Di samping itu, Dinkes terus memberikan penyuluhan bagaimana respon cepat terhadap penderita DBD. Dia mengimbau apabila ada keluarga yang terkena DBD diharapkan segera dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. Hal tersebut guna mencegah kematian, dan penularan kepada orang yang lain. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *