Kadis LH: Tak Tepat Pontianak Masuk Kota Peringkat Empat Kualitas Terburuk di Asia Tenggara

Kadis LH Pontianak, Tinorma Butar-Butar. (net)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar tak setuju dengan hasil survei lembaga IQAir, yang menyatakan Pontianak peringkat empat dengan tingkat polusi udara terburuk di atas Jakarta.

“Jadi kalau dikatakan seperti itu, gak tepat ya,” katanya, Jumat (28/2/2020).

Bacaan Lainnya

Dia menegaskan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Pontianak dengan status berbahaya jarang terjadi. Di musim kabut asap akibat kebakaran lahan sekali pun, masih di status sangat tidak sehat. Kabut asap itu pun kiriman. Sebab Pontianak tidak punya hutan.

“ISPU kita itu, kalau dia berbahaya tidak pernah lama. Itu bisa kita buktikan di outdor IQMS kita. Bahwa kita itu tingkat di berbahaya itu jarang. Gitu lo,” tegasnya.

“Jadi saya bisa katakan, itu kurang tepat kalau dibilang Kota Pontianak termasuk ke empat kota-kota lain kualitas udaranya sangat buruk,” timpalnya.

Tinorma menambahkan, tiap tahun Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak rutin melakukan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP). Uji emisi terhadap kendaraan pun rutin dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan.

“Nanti, bulan Maret kita lakukan lagi. Tapi sejauh ini (hasil evaluasi kualitas udara perkotaan) masih baik kok,” pungkasnya.

Sebelumnya, lembaga IQAir merilis jumlah daftar kota dengan kualitas udara terburuk di Asia tenggara. Di Indonesia setidaknya ada lima kota yang disebutnya menjadi kota dengan kualitas udara paling buruk.

Kelima kota di Indonesia itu, terdiri dari pertama, Kota Tangerang Selatan dengan rata-rata PM2.5 sebesar 81,3 µg/m³. Kemudian di urutan kedua, Kota Bekasi, rata-rata PM2.5 sebesar 62,6 µg/m³.

Di urutan ketiga, Pekanbaru, rata-rata PM2.5 sebesar 52,8 µg/m³. Dan di urutan keempat Kota Pontianak rata-rata PM2.5 sebesar 49,7 µg/m³; serta di urutan kelima, Jakarta rata-rata PM2.5 sebesar 49,4 µg/m³. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *