Sidang Tipikor Gidot, Kuasa Hukum: Tak Perlu Saksi Meringankan

Suryadman Gidot dikawal polisi saat akan menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pontianak, Selasa (3/3/2020). (Andi/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Agenda sidang kasus suap proyek pekerjaan Pemerintah Kabupaten Bengkayang tahun 2019 mendadak berubah dari jadwal semula.

Kuasa hukum Bupati Bengkayang non aktif, Suryadman Gidot tiba-tiba saja batal menghadirkan tiga saksi meringankan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak.

Bacaan Lainnya

“Mengenai saksi meringankan dalam kasus ini, kami dari tim penasehat hukum menilai itu tidak perlu,” kata Andel, kuasa hukum terdakwa Suryadman Gidot.

Akibatnya, sidang berubah. Majelis hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk memeriksa kedua terdakwa Suryadman Gidot dan Aleksius, untuk saling bersaksi.

Keduanya dikonfrontir keterangannya,  Aleksius menjadi saksi mahkota untuk terdakwa Suryadman Gidot, dan persidangan selanjutnya, Gidot menjadi saksi mahkota untuk Aleksius.

Dari keterangan Aleksius, selaku Kadis PUPR Kabupaten Bengkayang dia hanya diminta mencari dana sebesar Rp500 juta, untuk menyelesaikan kasus Bansus yang menjerat 48 desa di Kabupaten Bengkayang. “Namun detailnya tidak dijelaskan,” jelasnya.

Namun, yang baru terkumpul Rp340 juta, dan saat akan dilakukan penyerahan terjadilah Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Mes Pemda Kabupaten Bengkayang, 3 September 2019 lalu. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *