Dideportasi dari Malaysia, 100 PMI Bermasalah Dinyatakan Negatif Corona

Para PMI-B yang dipulangkan dari Malaysia. (Abdul/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kalbar, kembali memulangkan 100 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) yang dideportasi otoritas pemerintah Malaysia.

Para PMI-B tersebut tiba di Dinas Sosial Kalbar pukul 23.30 WIB, Selasa (3/3/2020). Mereka dipulangkan lewat PLBN Entikong. Dari 100 orang itu, sembilan diantaranya perempuan.

Bacaan Lainnya

Paling banyak berasal dari Kabupaten Sambas Kalbar, berjumlah 41 orang. Kemudian ada pula dari Jawa Timur 5 orang, Jawa Tengah 3 orang, Jawa Barat 2 orang, Nusa Tenggara Timur 14 orang, Nusa Tenggara Barat 22 orang, Banten 5 orang, Lampung 1 orang, Sulawesi Selatan 5 orang, Bali 1 orang dan dari Papua Barat 1 orang.

Kasi Perlindungan dan pemberdayaan BP3TKI Kalbar, Andi Kusuma Irfandi menyebutkan, 100 PMI-B itu sebelum dideportasi, mereka ditangkap oleh pihak keamanan Malaysia. Karena tak punya paspor. Selain itu ada juga yang tak punya permit.

“Dari 100 orang ini, 76 orang diantaranya masuk bekerja ke Malaysia tanpa paspor. Kemudian 24 orang lainya tak memiliki permit,” ungkapnya.

PMI-B yang masuk bekerja ke Jiran tanpa Paspor tersebut lewat jalur tikus. Ada juga masuk secara gelap dibawa keluarganya yang lebih dahulu bekerja di sana.

Karena itu, saat razia oleh pihak keamanan pemerintah Malaysia, mereka akhirnya tertangkap dan dideportasi.

“Sebelum dipulangkan, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan selama enam jam di Entikong oleh pihak KKP,” terangnya.

Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang kini masih mengkhawatirkan dunia. Hasil pemeriksaan, 100 PMI-B tersebut dinyatakan sehat. Namun tetap dalam status pengawasan.

“Mereka sudah diberikan kartu kuning oleh petugas KKP di PLBN Entikong,” kata Andi.

Jika dalam waktu 14 hari ada diantara mereka yang sakit, maka diminta segera ke klinik kesehatan terdekat memeriksakan kesehatannya dengan membawa kartu kuning tersebut.

“Untuk pemulangan mereka ke daerahnya masing-masing, selanjutnya akan dilakukan oleh Dinas Sosial Kalbar. Kami bertanggungjawab memulangkan mereka sampai di sini saja (Dinsos Kalbar),” pungkasnya. (abdul)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *