Di Kota Pontianak, Masker Mulai Langka dan Harga Kian Melonjak

MASKER - Warga membeli masker di sebuah apoteker di Kota Baru, Kota Pontianak, Kamis (5/3/2020). Keberadaan masker semakin sulit didapat, saat pengumuman terhadap penderita virus Corono dumumkan pemerintah. (Foto Andi/Insidepontianak.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sejak  munculnya wabah virus Corona, sejumlah apotek di Kota Pontianak mulai kehabisan persediaan masker. Terutama masker N95, karena diyakini punya kemampuan lebih untuk menangkal penularan virus Corona.

Di Apotek Kimia Farma, Kota Baru, misalnya. Semua jenis masker telah habis terjual sepekan ini. “Stok masker saat ini sudah tak ada, habis semua,” ujar David Nurfianto kepada insidepontianak.com, Kamis (5/3/2020).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, apotek itu menyediakan lima jenis masker. Masker terakhir yang dijual adalah masker biasa, yang berbahan karbon. Namun, tingginya permintaan membuat pihak apotek kehabisan stok.

Sejak munculnya wabah corona, suplai dari distributor sangat jarang. Terkadang  datang hanya 10 kotak, tak sebanding dengan permintaan masyarakat yang semakin tinggi.

Puncaknya, saat Presiden Jokowi mengumumkan adanya dua warga negara Indonesia terjangkit virus tersebut.

Padahal, pada kondisi normal, Apotek Kimia Farma Kota Baru mempunyai stok 100-200 kotak untuk setiap jenis masker.

Selain itu, tingginya permintaan masker, juga berdampak pada harga. Jika pada kondisi normal, masker N95 harganya hanya Rp20 ribu per satuan. Kini, harganya melonjak naik, sejak mewabahnya virus Corona.

“Harga terakhir di beberapa apotik untuk jenis N95, sudah mencapai Rp75 ribu per pcs,” katanya.

Sedangkan untuk masker biasa, harga di beberapa apotek sudah mencapai angka Rp300 ribuan. Padahal harga masker biasa sebelumnya hanya Rp30 ribu per kotak.

Selain masker, handsanitizer atau cairan pencuci tangan di apotek juga sudah kosong persediaannya.  Meksipun harganya masih tergolong normal.

“Keduanya sudah kita minta kirim lagi ke agen, tapi stok di agen juga kosong,” jelasnya.

Selain itu, Apotek Central, Jalan M Yamin, masyarakat tampak berbondong membeli. Namun, hanya satu jenis masker yang tersedia.

“Yang ada hanya ini jak,” kata salah satu staf apotek kepada Insidepontianak.com, sambil menunjuk masker biasa.

Sebelumnya, stok masker di apotek ini juga sempat kosong, akibat tingginya permintaan.

Harga masker biasa di apotek itu juga naik. Harganya kini mencapai Rp2.500 per satuan. Beberapa dari masyarakat, tampak ingin membeli masker per kotak, namun pihak apotek melakukan pembatasan, maksimal hanya lima satuan.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Apoteker Kalbar, Yeanita Kamtono mengatakan, sejatinya masker antiseptik hanyalah alat pelindung. Di tengah isu Corona, penggunaan masker bukan satu-satunya cara pencegahan penjangkitan.

“Masker hanya alat pelindung. Lebih tepat digunakan oleh orang yang sakit dalam konteks mencegah penularan penyakit menular,” katanya. (Andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *