Farhan Buka Olimpiade PAUD se-Kecamatan Delta Pawan

BUKA - Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Farhan membuka kegiatan Olimpiade Olahraga dan Seni Pendidikan Anak Usia Dini Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang. (ISTIMEWA)

KETAPANG, insidepontianak.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Farhan membuka kegiatan Olimpiade Olahraga dan Seni Pendidikan Anak Usia Dini Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang dengan tema ‘Dengan semangat Olahraga dan Seni Mari Kita Tanamkan kepada Peserta Lomba tentang Persaudaraan, Solidaritas dan Sportivitas’ yang diselenggarakan di PAUD Al-Hidayah, Sabtu (7/3/2020).

Peserta lomba Olimpiade PAUD tersebut terdiri dari TK/RA/KB/TPA/SPS berjumlah 116 anak dan 27 guru PAUD se-Kecamatan Delta Pawan. Adapun cabang lomba yang telah diselenggarakan di antaranya lomba senam, mewarnai, bertutur, estafet, lomba mendongeng, cipta lagu dan best practise.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Ketapang, Farhan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang tetap memberikan dukungan untuk kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan PAUD.

“Dukungan tersebut dikatakan Farhan bisa dengan bentuk peraturan Bupati, bisa dalam bentuk peraturan daerah, bisa dalam bentuk edaran Bupati, bisa dalam bentuk instruksi Bupati dan seterusnya,” katanya.

Selain itu, Farhan mengaku komitmen pemerintah dalam bentuk anggaran sudah disiapkan dan insyaallah pada akhir Maret akan diadakan kegiatan gebyar PAUD se-Kabupaten Ketapang.

“Itu bagian dari komitmen Pemkab terhadap PAUD,” lanjutnya.

Sekda juga berharap pihak PAUD untuk dapat terus berinovasi, lantaran Pemerintah Kabupaten Ketapang juga berupaya memberikan inovasi-inovasi di dalam kegiatan PAUD dan juga inovasi-inovasi ini diberikan kepada Bapak atau Ibu guru pembimbing PAUD.

“Untuk mengeluarkan inovasi ini misalnya dengan cabang lomba yang sudah digariskan seperti, lomba senam, mewarnai, demikian juga dengan bagaimana kita membawa anak-anak ini ke tempat-rempat rekreasi, sehingga tempat rekreasi itu menjadi sebuah rekreasi yang sifatnya pembelajaran. Misalnya kita bawa ke keraton untuk rekreasi, pada saat di sana tidak batas kita hanya mengenalkan ini keraton tetapi barangkali pada kesempatan itu kita bisa berinovasi, anak-anak itu bisa sekaligus menggambar keraton itu sendiri,” katanya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *