Ramadhan, Ramadon, atau Ramdhon?

ilustrasi via upload.wikimedia.org

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dinamis. Pernyataan ini mengandung pengertian bahwa bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan. Perkembangan yang dimaksud salah satunya adalah perkembangan dalam hal perbendaharaan kosakata.

Perkembangan perbendaharaan kosakata dalam bahasa Indonesia dapat dibuktikan dengan pertambahan jumlah kosakata yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Selama perkembangannya, Kamus Besar Bahasa Indonesia telah memiliki lima edisi. Edisi yang pertama (1988) memuat 62.100 lema, edisi kedua (1991) memuat 72.000 lema, edisi ketiga (2005) 78.000 lema, edisi keempat (2008) memuat 90.000 lema, dan edisi kelima (2016) memuat 127.036 lema.

Bacaan Lainnya

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap kosakata dari bahasa daerah dan asing. Saat ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah mengidentifikasi 652 (2017) bahasa daerah yang ada di Indonesia. Keberadaan bahasa daerah merupakan aset untuk memperkaya bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan dengan memasukkan kosakata dalam bahasa daerah yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia sehingga pada akhirnya akan meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia. Bahasa daerah juga dijadikan acuan untuk mencari padanan kosakata dari bahasa asing yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Demikian juga dengan bahasa asing, kebanyakan kosakata yang diserap berasal dari bahasa negara-negara yang secara sejarah pernah bersinggungan dengan Indonesia.

Salah satu bahasa asing yang menyadi sumber kosakata bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Dari sejarah diketahui bahwa bangsa Indonesia bersinggungan dengan bangsa Arab melalui syiar agama dan perdagangan. Banyak ulama-ulama besar dari Arab yang datang berkunjung ke Indonesia (saat itu Nusantara) untuk menyebarkan agama Islam. Banyak pula bangsa Arab yang datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang.

Hasil persinggungan itu menyebabkan banyak kosakata dalam bahasa Arab yang begitu akrab dengan orang Indonesia. Bahkan pada perkembangan bahasa Indonesia kosakata tersebut diserap menjadi kosakata dalam bahasa Indonesia. Dalam proses penyerapan kosakata itu, disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.

Berikut ini beberapa kosakata dari bahasa Arab yang telah diserap menjadi kosakata bahasa Indonesia tetapi masih sering dijumpai kesalahan dalam penggunaannya.

  1. Ramadan

Kata ini sering ditulis dan dilafalkan menjadi Ramadhan, Ramadon, atau Ramdhon. Bentuk-bentuk ini tidak tepat. Kata Ramadan berasal dari bahasa Arab yang telah kita serap menjadi bahasa Indonesia. Dalam bahasa Arab kata ini berbunyi رمضان. Dalam bahasa Indonesia tidak mengenal konsonan rangkap dh, sehingga penulisan kata tersebut dalam bahasa Indonesia menjadi Ramadan, bukan Ramadhan.

  1. Salat

Sering dijumpai penulisan atau pelafalan kata salat menjadi shalat, solat, atau sholat. Ketiga bentuk tersebut adalah bentuk yang salah. Bentuk yang baku adalah salat. Kata salat berasal dari bahasa Arab, صلاة. Dalam bahasa Indonesia tidak mengenal konsonan rangkap sh sehingga penulisan dalam bahasa Indonesia menjadi salat.

  1. Asar

Kata asar juga barasal dari bahasa Arab, عصر. Huruf tha dalam bahasa Arab menjadi t dalam bahasa Indonesia. Jadi kata ini dilafalkan dan ditulis menjadi asar, bukan ashar.

  1. Isya

Dalam keseharian sering dijumpai kata ini dilafalkan atau ditulis menjadi isak. Hal ini terjadi karena pengaruh bahasa daerah. Dalam bahasa daerah jarang ditemukan kosakata yang menggunakan konsonan rangkap sy. Bentuk ini biasanya dilafalkan menjadi s. Hal ini juga berpengaruh pada pengucapak kata isya yang dilafalkan menjadi isak.

  1. Zuhur

Kata zuhur sering ditulis menjadi zhuhur. Ini merupakan bentuk yang salah. Kata zuhur berasal dari bahasa Arab, ظهر. Zho dalam bahasa Indonesia berubah menjadi z karena dalam bahasa Indonesia tidak mengenal konsonan rangkap zh. Jadi penulisan yang benar adalah zuhur.

 

Penulis:

Evi Novianti, Peneliti Ahli Muda pada Balai Bahasa Kalimantan Barat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *