Musrenbang RKPD Kubu Raya 2021, Wagub Kalbar Minta Angka Pengangguran Terbuka Diturunkan

BUKA - Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat membuka Musrenbang Kubu Raya di Qubu Resort, Senin (9/3/2020). (PROKOPIM KALBAR)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar, Ria Norsan mengatakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam proses penyusuan RKPD tahun 2021.

“Pemerintah Daerah, berkewajiban melaksanakan amanat undang-undang tersebut dalam penyusunan dokumen perencanaan yang berfungsi sebagai landasan yuridis dan operasional tahunan dalam penyelenggaraan pembangunan yang kita kenal dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),” kata Ria Norsan, saat membuka Musrenbang RKPD Kabuaten Kubu Raya di Qubu Resort, Senin (9/3/2020).

Bacaan Lainnya

Dokumen RKPD yang disusun selain untuk memenuhi amanat peraturan perundang-undangan, juga bertujuan jadi dokumen yang berisikan langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan aktual di daerah, mengakomodir berbagai harapan masyarakat, serta yang lebih terpenting lagi, penjabaran operasional dari visi pembangunan lima tahunan Kepala Daerah.

“Musrenbang RKPD Kabupaten/Kota merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari tahapan perencanaan pembangunan Provinsi dan Nasional,” jelasnya.

Pada Tahun 2019 lalu, penduduk miskin Kalbar sebesar 1,28 persen lebih kecil dari rata-rata nasional 9,22 persen. Tingkat pengangguran terbuka 4,45 persen meningkat dibanding tahun sebelumnya, namun tetap lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata nasional yang berada pada angka 5,28 persen.

Sedangkan IPM Kalbar meningkat sebesar 1,39 persen menjadi 67,68 persen. Namun masih berada di bawah rata-rata nasional sebesar 71,92 persen. Walaupun penduduk miskin dan pengangguran Kalbar relatif kecil, sayangnya pertumbuhan ekonomi Kalbar mengalami perlambatan sebesar 0,07 persen dan hanya tumbuh sebesar 8,00 persen lebih rendah dibandingkan capaian nasional sebesar 8,02.

“Kondisi ini, jika dibandingkan dengan Kabupaten Kubu Raya, maka capaian empat indikator makro Kabupaten Kubu Raya, seperti pertumbuhan ekonomi sebesar 5,82, IPM Kubu Raya naik menjadi 67,76 dan penduduk miskin hanya 4,14 persen. Relatif lebih baik daripada capaian rata-rata Provinsi. Hanya satu indikator makro saja yang berkinerja ‘merah’ dibanding rata-rata provinsi, yaitu tingkat pengangguran terbuka Kubu Raya sebesar 5,62 persen lebih banyak daripada rata-rata provinsi sebesar 4,45 persen,” ujarnya. (prokopim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *