Polda Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Masjid Agung Melawi

KONFERENSI PERS - Polda Kalbar menggelar konferensi pers kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung Melawi, Selasa (10/3/2020). (ANDI/insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembangunan Masjid Agung Melawi. Mereka adalah Ketua Pembangunan Masjid Agung Melawi dan juga Ketua DPRD Melawi periode 2009 hingga 2019, ABT; Ketua Yayasan Muslim Melawi, PKN; serta Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Melawi tahun 2012, KSM.

Sebelumnya, penyidik telah melakukan pemeriksaan fisik dengan menurunkan satu tim penyidik terkait pembangunan Masjid Agung Melawi yang bersumber dari dana hibah APBDP Kabupaten Melawi tahun anggaran 2012 sampai 2015 dan 2017.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, pembangunan Masjid Agung Melawi tersebut berasal dari dana hibah yang diberikan Pemda dengan total Rp16 Miliar.

“Pembagian diawali di 2012 sebanyat Rp2 miliar, tahun berikutnya Rp5 miliar, tahun berikutnya lagi Rp5 miliar, tahun 2015 Rp3 miliar, dan 2017 Rp1 miliar. Totalnya ada Rp16 miliar,” terangnya dalam konferensi pers yang digelar, Selasa (10/3/2020).

Pihaknya pun telah bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menghitung kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp11 miliar. Hingga saat ini sudah 82 orang diperiksa termasuk enam saksi ahli. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *