Pemkot Pontianak Bekukan Izin Pengembang yang Bakar Lahan

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan akan membekukan izin pembangunan perumahan pengembang yang membakar lahan. Salah satu yang sudah ditangani, adalah kasus pembakaran lahan di Jalan Bina Jaya, Gang Damai II oleh Polsek Pontianak Selatan.

“Pelakunya sudah dilakukan penindakan oleh Polresta,” ujarnya, Kamis (12/3/2020).

Bacaan Lainnya

Sanksi itu termuat dalam Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 55 Tahun 2018 tentang Larangan Membakar Lahan.  Setidaknya terdapat tiga sanksi bagi pemilik lahan yang melanggar. Pertama, pemilik lahan yang lahannya sengaja dibakar, wajib mengganti seluruh biaya pemadaman yang besarnya ditetapkan instansi teknis terkait. Kedua, setiap orang dan atau badan hukum yang melakukan pembakaran lahan dapat diberikan hukuman pidana sesuai dengan peraturan perundangan. Terakhir, pemilik lahan yang telah sengaja atau tidak sengaja membakar lahan akan diberi sanksi berupa pencabutan izin terhadap izin yang telah terbit di atas lahan terbakar.

“Kita sudah ada Perwa (Peraturan Wali Kota) Nomor 55. Nanti akan kita bekukan izinnya tiga sampai lima tahun sebagai sanksi,” tegasnya.

Sebelumnya, Polsek Pontianak Selatan mengamankan dua orang terduga pelaku pembakaran lahan di Jalan Bina Jaya, Gang Damai II, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu, (11/3/2020). Mereka adalah LH (35), dan MD (26).

“Keduanya kemarin telah kita giring ke Mapolsek Pontianak Selatan dan kita periksa,” kata Kompol Anton Satriadi.

Dari hasil  pemeriksaan tersebut keduanya tak mengelak. Mereka mengakui telah membakar lahan seluas 300 meter persegi.

“Tujuan terduga pelaku membakar adalah untuk membangun sejumlah rumah di lahan tersebut,” terangnya.

Dari tangan keduanya, petugas menyita satu buah korek api dan sebilah parang. Kasus tersebut lantas dilimpahkan ke Mapolresta Pontianak Kota guna penyelidikan lebih lanjut. (abdul/andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *