Warga Kalbar dari Malaysia Diminta Periksakan Diri ke Fasilitas Kesehatan

PERIKSA - Petugas kesehatan KKP Bandara Internasional Supadio memeriksa penumpang penerbangan dari Malaysia, Rabu (29/1/2020). (ABDUL/insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, menerima informasi sekitar 600 WNI yang terdeteksi mengikuti acara Tabligh Akbar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain itu, ada pula beberapa minggu terakhir, warga Kalbar yang terdeteksi melakukan kunjungan ke Kuching, Sarawak, Malaysia untuk mengikuti pertemuan-pertemuan.

Bacaan Lainnya

Malaysia merupakan salah satu negara yang terpapar Corona. Baru-baru ini, tiga warganya di Sarawak juga diumumkan terjangkit COVID-19.

Dua warga Sarawak yang positif Corona tersebut usai menghadiri ‘ijetima’ atau pertemuan keagamaan, di Sri Petaling masjid, di Selangor pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2020.

Berkaca dari kasus itu, Harrison minta warga Kalbar yang pernah melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur dan Kuching Sarawak Malaysia, segera melakukan pemeriksaan rutin ke petugas Puskesmas atau ke petugas kesehatan lainnya.

Apabila nanti dinyatakan sehat, agar warga tersebut tidak banyak melakukan aktifitas di luar rumah selama 14 hingga 20 hari setelah kunjungan.

“Sedangkan apabila sakit, maka mereka akan diobati sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan,” terang Harrison lewat rilis yang diterima insidepontianak.com melalui Whatshapp, Sabtu (14/3/2020).

Di musim wabah Corona ini, Harrison meminta masyarakat, khususnya masyarakat yang punya riwayat bepergian ke negara terjangkit, seperti Malaysia, agar jangan takut atau alergi terhadap pemeriksaan kesehatan.

“Ini untuk kesehatan masyarakat itu sendiri dan juga keluarga atau orang lain yang berada disekitarnya,” tegasnya.

Harrison menyampaikan, saat ini di Kuala Lumpur, Kuching dan Sarawak Malaysia atau pun Brunei Darussalam, telah menjadi negara yang terpapar COVID-19.

“Menurut informasi dari Konsul Malaysia di Pontianak, warga Kuching dan Brunei yang positif COVID-19 adalah mereka yang menghadiri Tabligh Akbar di Kuala Lumpur,” ujarnya.

Berdasarkan informasi itu, maka kata Harrison, ada kemungkinan warga Kalbar yang menghadiri acara tersebut juga tertular COVID-19.

“Untuk itu agar setiap warga Kalbar yang pernah mengunjungi Kuala Lumpur dan Kuching Sarawak, agar memeriksakan kesehatannya ke petugas kesehatan,” imbaunya.

Untuk mendeteksi potensi suspec Corona, Harrison meminta para Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota terus mengingatkan seluruh Puskesmas dan rumah sakit di wilayah masing-masing agar proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang berada dalam wilayah binaannya.

“Puskesmas harus memantau kesehatan warganya terutama mereka yang pernah melakukan kunjungan ke luar negeri. Cari informasi di masyarakat siapa saja warga yang baru pulang dari luar negeri lalu periksa kesehatannya,” tutupnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *