PT Ayu Sawit Lestari Diduga Lakukan Aktivitas di Luar HGU

Warga Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Saleh. (FAUZI/insidepontianak.com)

KETAPANG, insidepontianak.com – Warga Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang kembali lakukan aksi protes ke pihak PT Ayu Sawit Lestari (PT ASL) beberapa hari lalu. Salah satu anak perusahaan Cargill Group ini diduga telah melalukan aktivitas penanaman buah sawit di luas lahan 360 hektar yang berada di luar Hak Guna Usaha (HGU).

Satu di antara warga Desa Pantai Ketikal, Saleh mengaku heran dengan pemerintah daerah yang diduga dengan sengaja melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal perusahaan PT Ayu Sawit Lestari.

Bacaan Lainnya

“Perusahaan ini sudah puluhan tahun beraktivitas di daerah kita (Ketapang) dan berdasarkan data yang kami kantongi, perusahaan ini hanya memiliki HGU di atas  4.000 hektar, sedangkan luas lahan yang kami panen bersama masyarakat ini di luar HGU milik mereka,” terang Saleh, Kamis (19/3/2020).

Saleh yang sempat mendekam di jeruji besi selama tiga bulan lebih atas tuduhan melakukan pencurian buah sawit milik PT Ayu Lestari ini, terus berjuang demi hak masyarakat setempat. Karena diakuinya perkebunan sawit 360 hektar yang menjadi polemik masyarakat dan perusahaan ini berada di luar HGU.

Bahkan berdasarkan video Presiden RI Joko Widodo, perkebunan yang berada di luar HGU ini dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Selama proses persidangan yang saya lalui, saya ditahan selama tiga bulan lebih, dan hasil putusan Pengadilan Negeri Ketapang saya dinyatakan bebas karena tidak terbukti mencuri buah sawit milik perusahaan, karena memang terbukti kebun sawit 360 hektar tersebut bukan milik PT Ayu Sawit Lestari, tapi faktanya lahan yang diduga di luar HGU ini masih dikelola pihak perusahaan,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Pertanahan (BPN) Ketapang, Erwin Rachman mengatakan berdasarkan data BPN, lahan itu berada di luar HGU perusahaan.

“Total HGU 4.082 hektar, dilepaskan untuk plasma KPPA 579 hektar, dilepaskan lagi untuk tanah telantar jadi 2.080 hektar yang untuk perkebunan sawit mereka, tapi yang 360 hektar di luar HGU dan di luar pengukuran Kadastral yang diukur BPN,” terangnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *