Kasus Korupsi Sumur Pantek Ketapang 2015, Kerugian Negara Rp1,5 Miliar

JUMPA PERS - Kejaksaan Negeri Ketapang menggelar jumpa pers tindak lanjut kasus dugaan korupsi sumur pantek di Ruang Aula Kantor Kejaksaan Negeri Ketapang, Jumat (20/3/2020). (FAUZI/insidepontianak.com)

KETAPANG, insidepontianak.com – Kasus Dugaan Korupsi yang menyeret Mantan Kabid Pengelolaan Lahan dan Air (PLA), Dinas Pertanian dan Peternakan, HS, Jumat (20/3/2020) akan dilimpahkan ke Lapas Pontianak untuk diproses lebih lanjut.

“Hari ini kami bawa ke LP Pontianak, karena sidang kita di Pontianak,” terang Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ketapang, Agus Supriyanto saat jumpa pers di Ruang Aula Kantor Kejaksaan Negeri Ketapang, Jumat (20/3/2020).

Bacaan Lainnya

HS yang saat itu menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan pembangunan sumur pantek tahun anggaran 2015. Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi, negara mengalami kerugian mencapai Rp1,5 Miliar.

“Untuk kerugian, berdasarkan perhitungan BPKP Provinsi Kalbar senilai Rp1.561.000.000. Ada itikad baik dari tersangka yang mengembalikan uang, yang statusnya titipan ke Kas Daerah Rp504.000.000,” ungkapnya.

“Modusnya melakukan pemecahan paket-paket, kemudian dilakukan pembelian seluruh pompa air tenaga surya, kemudian ada item yang tidak sesuai dengan aturan penyedia barang dan jasa,” tutupnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *