RAPID Test Diutamakan untuk PDP dan ODP

Kadinkes Kalbar, Harrison. (KRISTIAWAN BALASA/insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison mengatakan alat RAPID Test diprioritaskan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Alat tersebut dapat menjadi acuan sementara untuk penerapan isolasi. Pasalnya, hanya butuh waktu 30 menit untuk mengetahui hasil.

“Walau sudah RAPID Test tetap menunggu dari Balitbangkes. Bisa didapat 30 menit, tapi imunoglobulin hanya bisa terdeteksi 12-14 hari setelah sakit,” katanya, Senin (23/3/2020).

Bacaan Lainnya

Kalbar akan kedatangan alat tersebut Jumat (27/3/2020) mendatang dengan jumlah 6.000 buah. Jumlah itu didapat dari bantuan Kamar Dagang Industri (Kadin) Kalbar. Sementara sokongan dari Kemenkes belum bisa dipastikan.

“Kepastian tetap pakai VCR, RAPID Test hanya untuk mengetahui positif atau tidak, mereka bisa dilakukan isolasi di rumah sesuai standar Kemenkes,” katanya.

Jika berdasarkan hasil RAPID Test seseorang dinyatakan positif, maka dia tetap akan diambil swab tenggorokan dan dikirim sampelnya ke Jakarta.

“Dia harus isolasi di rumah, punya kamar sendiri. Dan protokoler sendiri sesuai standar Kemenkes,” tutupnya. (balasa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *