PT WHW Perketat Pengawasan Kesehatan Karyawan Cegah Penyebaran Covid-19

Pemeriksaan kesehatan karyawan PT WHW. (Ist)

KETAPANG, insidepontianak.com – PT Well Harvest Winning (WHW) Alumina Refinery, terus melakukan upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 di internal. Diantaranya dengan mengambil kebijakan dan tindakan pengurangan sebagian kegiatan karyawan dengan melakukan pekerjaan dari rumah atau work fron home (WFH).

Hal tersebut disampaikan General Manager Site PT WHW, Dev Herinda. Menurutnya, pihaknya mengikuti arahan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang mengeluarkan surat edaran dengan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Bacaan Lainnya

Untuk tanggap darurat virus Corona dalam penanganan, pengendalian dan penghentian penularan virus tersebut di Kalimantan Barat.

Dev menilai, kegiatan ini bertujuan untuk menghindari dan antisipasi lebih dini dan menyeluruh bagi seluruh karyawan yang bekerja di site PT WHW di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

“Sasaran kegiatan tersebut untuk meningkatnya pemahaman dan kesadaran karyawan, serta menjaga keamanan seluruh karyawan PT WHW dari terpapar dan terjangkit virus Corona,” katanya.

Terlebih, diakuinya dari awal pihaknya komitmen untuk melakukan berbagai upaya pencegahan termasuk sejak 27 Januari 2020, perseroan juga telah mengumumkan ke publik bahwa tidak mengizinkan tenaga kerja asing PT WHW untuk melakukan perjalanan ke China dan sebaliknya berlaku sejak 26 Januari 2020 hingga waktu yang belum ditentukan.

Bahkan, pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi ke karyawan lokal dan asing untuk selalu menjaga kesehatan dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan kerja dan diri dengan selalu mencuci tangan setelah beraktivitas.

“Kita juga selalu melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal yang berdomisili di site Kendawangan. Bahkan, para karyawan tiga kali diperiksa kesehatannya menggunakan thermal scanner, diberikan multivitamin, selalu memakai masker dan edukasi kesehatan yang rutin dilakukan dalam bentuk flyer ke seluruh karyawan,” terangnya.

Selain itu, dijelaskannya bahwa pihaknya juga telah menyiapkan klinik, ambulans dan ruang karantina yang siap melayani 24 jam dalam tujuh hari sepekan untuk pelayanan kesehatan jika di kemudian hari terdapat tenaga kerja yang mengalami gejala pneumonia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *