Masjid Raya Mujahidin Tiadakan Salat Jumat Pekan Ini

DISINFEKTAN - Petugas menyemprot disinfektan ke semua ruangan di Masjid Raya Mujahidin, Kamis (19/3/2020).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Masjid Raya Mujahidin Pontianak resmi mengumumkan peniadaan salat Jumat sementara melalui surat pengumuman nomor: 061/P.C/YM-KB/III/2020 tertanggal 01 Sya’ban 1441 Hijriah bertepatan dengan 26 Maret 2020.

Dalam surat tersebut, dasar pertimbangan peniadaan sementara salat Jumat di Masjid Raya Mujahidin adalah, pertama, surat edaran Gubernur Kalbar nomor:440/0863/Kesra-B, tanggal 17 Maret 2020 tentang KLB/tanggap darurat Corona virus 2019 (Covid-19). Kedua, Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.

Ketiga, seruan MUI Provinsi Kalbar tentang pencegahan Covid-9, nomor 23/MUI-KB/III/2020 tanggal 25 Maret 2020. Keempat, tausiyah MUI Provinsi Kalbar tentang Penyelenggaraan Ibadah Masjid dalam Situasi Darurat Covid-19 nomor 24/MUI-KB/III/2020 tanggal 26 Maret 2020.

Kelima, Surat Keputusan Wali Kota Pontianak nomor 478/Diskes/2020 tentang Penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 di Kota Pontianak. Keenam, hasil rapat Pembina, Pengurus Dewan Syariah, Direktorat Eksekutif dan Lembaga Ibadah Dakwah dan Pemakmuran Masjid (LDIPM) Yayasan Mujahidin Kalbar.

Berdasarkan pertimbangan itu, maka ditetapkan peniadaan sementara aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan di Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat. Mulai dari penyelenggaraan salat Jumat tanggal 27 Maret 2020/2 Sya’ban 1441 Hijriah, salat penyelenggaraan salat rawatib (salat lima waktu), hingga kajian rutin bakda Zuhur dan Magrib. Termasuk kegiatan keagamaan lainnya.

“Pengumuman ini berlaku mulai tanggal 27 Maret 2020/2 Sya’ban 1441 Hijriah sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut. Demikian pengumuman ini disampaikan untuk dapat dimaklumi,” demikian penutup surat pengumuman tersebut yang diterima insidepontianak.com dan telah dibenarkan oleh Direktur Eksekutif Pengurus Yayasan Mujahidin Pontianak, Joni Abu, Kamis (26/3/2020). (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *