Gubernur Perintahkan Bupati dan Wali Kota se-Kalbar Larang Sembahyang Kubur

Foto IP
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota, untuk melarang sementara kegiatan sembahyang kubur dan ritual keagamaan di tempat terbuka. Instruksi itu, tertuang dalam surat bernomor 451/8927/Kesra-A tertanggal 27 Maret 2020.

Dalam surat tersebut ditegaskan, dengan memperhatikan penyebaran dan penularan Covid-19 yang saat ini terjadi serta peningkatan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kalimantan Barat.

Bacaan Lainnya

Kemudian menindaklanjuti Surat Gubemur Kalbar Nomor : 800/0828/Kesra B tanggal 13 Maret 2020, perihal Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap penyebaran dan penularan Covid-19 di Provinsi Kalbar, maka seluruh bupati dan wali kota diminta, konsisten melaksanakan kebijakan social distancing yang sedang dijalankan Kalbar dalam upaya menghambat penularan Covid-19 dengan penuh tanggungjawab

Selanjutnya, mengingat pada Maret sampai dengan April 2020, dijalankan ritual sembahyang kubur, yang pada kegiatan tersebut mobilitas warga dari luar yang datang ke Kalbar cukup tinggi, untuk itu agar meminta masyarakat, tidak melaksanakan atau menunda peIaksanaan sembahyang kubur dan ritual keagamaan Iainnya, yang  melibatkan banyak orang, sampai situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 dapat ditangani.

Kemudian, memantau pergerakan warga masyarakat yang datang dari luar daerah atau luar negeri yang sedang mengalaml wabah Covid-19.

“Demikian untuk ditindaklanjuti, atas perhatiannya diucapkan terima kasih,” demikian surat dari gubernur tertuju untuk bupati dan wali kota yang diterima oleh Insidepontianak.com dari Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Administrasi Pimpinan di Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, Jumat (27/3/2020). (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *