Hari Ini, Tiga Sejoli di Pontianak Selatan Batal Resepsi Nikah karena Corona

JELASKAN - Kasatpol PP Pontianak, Syarifah Adriana menjelaskan larangan menggelar resepsi pernikahan selama pandemi Corona di Indonesia kepada keluarga mempelai, Sabtu (28/3/2020). (ISTIMEWA)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Resepsi pernikahan tiga sejoli di Kecamatan Pontianak Selatan batal digelar, Sabtu (28/3/2020).

Momen bahagia yang direncanakan jauh hari tersebut terpaksa ditunda lantaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Pontianak, Aparat Kepolisian, dan TNI melalukan penertiban, agar acara resepsi tak dilakukan. Hal ini demi memutus mata rantai penyebaran Corona di Pontianak yang sudah masuk kategori transmisi lokal.

Bacaan Lainnya

“Ada tiga lokasi tadi yang kita tertibkan, mereka sudah ada kesiapan, sudah masak sudah apa, tapi kita tertibkan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak, Syarifah Adriana kepada insidepontianak.com.

Penertiban acara resepsi tersebut tak lain, guna mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Pontianak. Terlebih Pemerintah Kota Pontianak telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) beberapa waktu lalu.

“Makanya kita minta mereka menunda dulu. Jadi akad nikahnya saja tadi yang tadi digelar,” terangnya.

Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi menambahkan, ketiga lokasi yang dibubarkan tersebut akhirnya menerima permintaan petugas dan langsung merobohkan tendanya masing-masing.

“Alhamdulilah mereka menunda resepsinya, dan membongkar tendanya masing-masing,” katanya.

Ke depan, kepolisian akan terus menyosialisasikan maklumat Kapolri agar sementara waktu menunda acara resepsi pernikahan. Dia pun meminta masyarakat bersama-sama memutus rantai pandemi virus Corona dengan mempedomani physical distancing.

Sebelumnya, 19 Maret lalu, Kapolri Jendral Polisi Idham Aziz telah mengeluarkan maklumat agar personelnya menindak tegas pihak yang masih membuat acara dan melibatkan banyak orang di tengah pandemi Corona. Salah satu dari maklumat itu, adalah melakukan penertiban kegiatan resepsi keluarga atau pernikahan.

Dapat Diproses Hukum

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, maklumat Kapolri tersebut menjadi pedoman jajaran kepolisian dapat melakukan penertiban dan mengambil langkah hukum, apabila masyarakat menolak dan melakukan perlawanan.

“Bisa diproses hukum, tapi itu pilihan terakhir,” terang Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go.

Jika ditemukan masyarakat yang tidak mengindahkan, Polri tidak segan membubarkan masyarakat yang berkumpul atau sifatnya mengumpulkan banyak orang di suatu tempat.

“Bila masyarakat menolak atau melawan aparat, maka Polri akan menindak tegas sesuai pasal ini Pasal 212, 216 dan 218 KUHP yang bisa diterapkan bagi masyarakat yang tetap berkumpul di suatu tempat,” terangnya.

Donny mengimbau masyarakat Kalimantan Barat dapat mematuhi maklumat tersebut dan meminta menunda resepsi pernikahan sementara waktu, guna mencegah penyebaran Corona.

Selain melarang kegiatan resepsi pernikahan, maklumat Kapolri itu, secara rinci juga menyebutkan beberapa kegiatan yang dilarang yakni, pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lain yang sejenis. Termasuk kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran, kegiatan olahraga, dan kesenian, termasuk kegiatan jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, karnaval, dan kegiatan yang menjadikan berkumpulnya massa. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *