Kesalahan Penulisan Gelar Dokter di Ruang Publik

ilustrasi.

Penulisan nama gelar di sepanjang jalan utama Kota Pontianak masih ditemukan banyak kesalahan. Terutama penulisan gelar dokter pada praktek medis dan klinik-klinik kesehatan di Kota Pontianak. Dokter (KBBI daring), bermakna lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan.

Gelar dokter baik penulisan gelar dokter umum maupun beberapa jenis dokter spesialis telah ditentukan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Kesalahan pada umumnya yang ditemukan adalah penulisan gelar dokter yang diawali huruf kapital D seperti Dr. Budi. Padahal gelar Dr. (dibaca doktor) seperti pada data tersebut merupakan gelar kesarjanaan tertinggi yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada mahasiswa strata tiga (S3) atau seorang sarjana yang telah menulis dan mempertahankan disertasinya dalam siang promosi (KBBI daring).

Bacaan Lainnya

Gelar dokter sebagai ahli dalam hal penyakit dan pengobatan dan gelar doktor sebagai gelar kehormatan bagi civitas akademik sangatlah berbeda jauh, apalagi jika dilihat dari kepakaran yang dimiliki pada orang yang menyandang gelar tersebut. Sehingga tidak tepat penulisan doktor jika orang yang mendalami ilmu penyakit dan pengobatan sebagai dokter umum yang praktek diberi sandang Dr (doktor) pada papan nama. Kecuali jika memang sang dokter tersebut memperoleh gelar kehormatan sebagai civitas akademik, sehingga memiliki gelar dobel yang penulisan menjadi Dr. dr. Budi. Untuk perbaikan penulisan gelar dokter umum yaitu seperti pada contoh berikut dr. Budi.

Demikian juga pada penulisan gelar dokter gigi, seperti Drg. Rini Murtiningsih. Penulisan huruf D kapital tidak tepat, sebagaimana yang telah dijabarkan di atas bahwa gelar dokter sebagai ahli penyakit menggunakan huruf d kecil. Sehingga perlu diperbaiki menjadi drg. Rini Murtiningsih.

Kesalahan penulisan gelar yang sama juga ditemukan pada gelar dokter spesialis. Misalnya dr. Aryo Sastro, SPOG. Gelar SPOG adalah gelar yang disandang oleh dokter kandungan,merupakan kependekan dari Spesialis Obstetri dan Ginekologi (kebidanan dan kandungan). Obstetri (kebidanan) menangani berbagai hal seputar perencanaan kehamilan dan persalinan, termasuk menangani komplikasinya.

Penulisan gelar tersebut juga sering dijumpai di tempat-tempat praktek. Pada penulisan tersebut juga memiliki kesalahan yang fatal. Dalam hal ini penulisan SPOG tidak harus digabung sebagaimana contoh di atas. Perlu adanya tanda titik diantara huruf tersebut. Contoh perbaikannya dr. Aryo Sastro, Sp. O.G.  Begitu juga pada gelar dokter spesialis lainnya seperti Sp. An (spesialis anak), Sp. B. A.  (spesialis bedah anak), Sp. K.K. (spesialis penyakit kulit dan kelamin), Sp. P.D. (spesialis penyakit dalam) dan dokter spesialis lainnya.

Penulisan gelar memiliki kaidah bahasa yang wajib untuk dipatuhi, sebagaimana dalam Pedomana Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Ketertiban penggunaan bahasa di ruang publik merupakan tanggung jawab bersama guna pemartabatan bahasa. Kesalahan-kesalahan yang banyak ditemukan diharapkan dapat diperbaiki oleh pihak terkait khususnya internal instansi kesehatan.

 

Penulis:

Wahyu Damayanti, peneliti Balai Bahasa Kalimantan Barat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *