Di Tengah Corona Pemerintah akan Putuskan Soal Mudik Lebaran

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Foto/CNN Indonesia

JAKARTA, insidepontianak.com – Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan kebijakan tentang mudik lebaran saat ini masih dibahas dan akan segera diputuskan pada Selasa (31/3) sore.

“Menyangkut masalah mudik atau tidak mudik tadi sudah dibahas secara detail melibatkan para gubernur, jadi mohon bersabar dulu, untuk keputusan ini akan dikeluarkan besok sore,” ujar Doni dilansir dari CNN Indonesia, dalam jumpa pers melalui siaran langsung akun Instagram Sekretariat Kabinet, Senin (30/3).

Bacaan Lainnya

Sejumlah daerah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi warganya. Namun ribuan warga dari Jabodetabek masih berbondong-bondong pulang ke kampung halaman yang kebanyakan berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Doni mengatakan kebijakan itu nantinya akan mengatur soal larangan dan siapa saja yang boleh mudik.

“Siapa yang boleh mudik, siapa yang kira-kira dianjurkan tidak mudik dengan beberapa ketentuan yang nantinya dikeluarkan pemerintah,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Doni, tiap kelurahan akan diminta membuat dapur umum untuk menampung warga yang kembali ke kampung halamannya.

“Pak presiden mendapat masukan dari sejumlah menteri, beliau setuju tiap kelurahan sebaiknya membuat dapur-dapur umum untuk menampung warga yang kembali ke kampung halaman,” ucap Doni.

Presiden Jokowi sebelumnya telah meminta agar pemda mengambil langkah tegas terkait warga yang masih mudik ke kampung halaman. Imbauan yang selama ini telah dikeluarkan oleh gubernur dinilai tak cukup.

Doni mengatakan kebijakan itu nantinya akan mengatur soal larangan dan siapa saja yang boleh mudik.

“Siapa yang boleh mudik, siapa yang kira-kira dianjurkan tidak mudik dengan beberapa ketentuan yang nantinya dikeluarkan pemerintah,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Doni, tiap kelurahan akan diminta membuat dapur umum untuk menampung warga yang kembali ke kampung halamannya.

“Pak presiden mendapat masukan dari sejumlah menteri, beliau setuju tiap kelurahan sebaiknya membuat dapur-dapur umum untuk menampung warga yang kembali ke kampung halaman,” ucap Doni.

Presiden Jokowi sebelumnya telah meminta agar pemda mengambil langkah tegas terkait warga yang masih mudik ke kampung halaman. Imbauan yang selama ini telah dikeluarkan oleh gubernur dinilai tak cukup.

Dari data yang diterima Jokowi, tercatat 876 armada bus antarprovinsi telah membawa sekitar 14 ribu penumpang ke sejumlah wilayah di Jatim, Jabar, Jateng, dan Yogyakarta dalam delapan hari terakhir.

Jokowi menuturkan kebanyakan warga yang mudik itu merupakan pekerja informal dari wilayah Jabodetabek.

“Ini belum (termasuk) dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainnya, misalnya kereta api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi,” katanya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *