Pemkot Rapid Test 26 Orang Terkait Jenazah Positif Corona di Pontianak Kota

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemkot Pontianak melakukan Rapid Test kepada 26 orang yang sempat menghadiri pemulasaran jenazah salah satu warga Pontianak Kota yang positif Corona, dan meninggal 21 Maret 2020. Pasien tersebut merupakan perempuan 69 tahun. Mereka pun diisolasi di rumah masing-masing. Namun hasil Rapid Test belum seutuhnya kelar. Hasil tes itu sendiri akan ditindaklanjuti dengan Swab Test untuk diuji di laboratorium di Jakarta.

“Kita sudah steril kan dan mengisolasi warga yang berhubungan langsung. Sudah diambil juga tes Rapid Test. Ada keluarga dan mereka yang berhubungan dengan jenazah,” katanya Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, Selasa (31/3/2020).

Bacaan Lainnya

Mereka yang diisolasi, dipastikan diberi bantuan sembako dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dari pemerintah.

Edi menjelaskan, saat pasien dirujuk ke RSUD Soedarso statusnya jadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Namun hasil tes laboratorium dari pemerintah pusat butuh waktu lama. Alhasil ketika yang bersangkutan meninggal, hasil tes laboratorium belum keluar.

Sejatinya, dari rumah sakit sudah menetapkan protokol sesuai Covid-19 untuk pemulasaran jenazah, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan plastik. Namun pihak keluarga ingin ada fardu kifayah di rumah.

“Petugas fardu kifayah menggunakan APD lengkap, ada tiga orang sampai proses pengafanan, tapi ada beberapa anggota keluarga yang pakai masker dan menyolatkan dan mereka masuk kategori ODP,” kata Edi.

Mereka yang ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) pun diminta isolasi diri.

“Ada beberapa yang sekarang batuk dan flu, jadi sudah diisolasi,” katanya.

Selain Rapid Test, sekeliling lingkungan rumah almarhumah juga sudah didisinfektan. Tak ada kebijakan untuk lockdown wilayah tersebut.

“Begitu hasil laboratorium keluar kita langsung melakukan proteksi, yang paling penting dibutuhkan keterbukaan dan kejujuran warga untuk mereka yang bersentuhan. Paling tidak mereka isolasi diri selama 14 hari,” jelasnya.

Wali Kota pun meminta masyarakat tidak panik dan percaya isu yang beredar di media sosial. Apalagi pesan berantai di WhatsApp.

“Makanya ikuti imbauan untuk jaga jarak, tidak berkumpul di keramaian dan rajin cuci tangan, ini adalah upaya agar mata rantai penyebaran Corona diputus,” tutupnya. (balasa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. 75%kondisi ODP,PDP dan suspect corona/covid19 membuat asam lambung pasien memuncak,usulan saya pasien harus minum air hangat sebanyak 3 s/5 gelas utk kemudian dikeluarkan lewat muntahan setelah 5 menit.utk memuntahkan pasien bs menggunakan telunjuknya sendiri dgn memasukkan ke belakang lidah,dan usahakan muntahan itu terjadi sampai yg semula 3gelas s/d 5gelas itu keluar.bersihkan mulut,hidung,dan tangan ini pasien lakukan sendiri kemudian minum air hangat segelas utk memulihkan dehidrasi,kesegaran tubuh pasien.Air perlu banyak utk pasien isolasi,kebersihan mesti dijaga dan pasien sendiri harus menjaga dan melakukan sendiri dan nanti batuk,flu dan bersin akan reda.dan akan membantu pasien utk mengeluarkan asam lambung.nanti pasien sendiri yg akan merasakan,Pak Kamtono komentar saya ini SMG bermanfaat utk pasien utk membantu proses penyembuhan mereka,SMG bermanfaat dan sesudah mereka makan br didukung obat😇