Dewan Desak KJRI di Kuching Proaktif Pantau Kebutuhan Sembako Pekerja Migran

Anggota DPRD Kalbar, Sebastianus Darwis.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Sebastianus Darwis mendesak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Serawak, Malaysia, aktif memantau kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Serawak pascakebijakan lockdown yang diberlakukan Pemerintah Malaysia.

Pasalnya, PMI yang masih bertahan di Bintulu, Serawak saat ini mulai kesusahan mendapat stok sembako. Begitupun PMI yang bekerja sebagai buruh harian, kini keuangan mereka mulai kritis.

Bacaan Lainnya

“KJRI harus proaktif memantau kondisi PMI di Serawak. Paling tidak meminta otoritas Pemerintahan Serawak bagaimana memenuhi kebutuhan pangan PMI di sana,” desaknya, Kamis (2/4/2020)

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan,
KJRI di Kuching adalah wakil pemerintah Indonesia. Sehingga tugasnya harus melindungi warga negara Indonesia di luar negeri.

“Saya dengar juga persoalan PMI yang kesulitan mendapat sembako, juga terjadi di Miri. Mereka yang kerja harian buruh lepas, keuangannya menipis, karena sudah tidak bergaji, akibat lockdown itu,” katanya.

Darwis menilai persoalan yang dihadapi PMI di Jiran, perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia melalui KJRI. Kalau pun akhirnya PMI diharuskan Pemerintah Malaysia untuk pulang ke Indonesia, maka KJRI cepat melakukan penanganan supaya mereka bisa dikarantina.

“KJRI proaktif lah. Kemudian Malaysia juga harus lebih terbuka,” tutupnya.

Sebelumnya, banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Indonesia yang masih bertahan di Bintilu, Serawak Malaysia. Mereka mulai kesulitan mendapatkan stok sembako, pascapemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan lockdown total di sana.

Sebagai buruh harian, mereka sudah dua pekan tak bekerja. Pemasukan tak ada. Sekarang untuk beli sembako terpaksa urunan. Biar bisa sama-sama makan.

“Alhamdulilah kondisi kami sehat. Cuma ya dari segi makanan itu yang kurang. Dari segi sembako sudah kekurangan,” kata Miswandi, Pekerja Migran Indonesia di Bintulu, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (1/4/2020).

Di Bintulu, Miswandi kerja bangunan. Warga Pontianak itu, sudah 12 tahun menjadi PMI di Jiran. Sejak pemerintah Malaysia lockdown akibat pandemi Corona, praktis dia sudah tak bekerja lagi. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *