Penumpang Kedatangan di Bandara Internasional Supadio Wajib Penanda Tinta di Jari

CELUP - Salah seorang penumpang tengah mencelupkan jarinya ke tinta usai tiba di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, kemarin. (DISHUB KALBAR)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Penumpang di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Supadio Kubu Raya wajib menandai ujung jadi mereka dengan tinda ungu layaknya habis memilih di Pemilu. Strategi ini coba dipakai Dinas Perhubungan Kalimantan Barat sebagai penanda untuk memudahkan mengidentifikasi pendatang dari daerah rawan atau zona merah penjangkitan Corona.

“Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 1 April 2020,” sebut Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Manto Saidi, dihubungi melalui telepon, Jumat (3/4/2020).

Bacaan Lainnya

Tinta yang diberikan diyakini bertahan sampai 14 hari. Para penumpang otomatis masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan diminta isolasi diri selama 14 hari.

“Kami sudah ingatkan mereka kalau tintanya dihapus maka akan dikenakan sanksi,” ujarnya.

Garda terdepan identifikasi pendatang di bandara sejatinya petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Merekalah yang mendata secara rinci.

“KKP punya instrumen untuk mengidentifikasi lewat kartu HAC. Mulai dari nama, umur, jenis kelamin, gejala penyakit dan nomor ponsel dicantumkan. Itu KKP yang melakukan pendataan,” jelasnya.

Data KKP itu kemudian diinformasikan ke dinas-dinas kesehatan. Selanjutnya, pengawasan akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas di setiap kecamatan.

“Kami hanya memperkuatnya dengan pemberian tanda di jari mereka (pendatang lewat bandara) supaya mereka tidak berkeliaran,” katanya.

Selain di bandara, pemberian tanda tinta kepada pendatang yang masuk ke Kalbar juga diberlakukan di Pelabuhan Kapal Dwi Kota Pontianak.

“Di PLBN tadinya mau kami berlakukan. Namun kan sudah ditutup. Malaysia sudah lockdown,” ucapnya.

Akan tetapi, yang menjadi persoalan di perbatasan adalah banyaknya jalan tikus. Banyak pelintas batas yang lewat jalur tersebut.

“Kalau yang seperti ini yang sulit untuk diatasi,” tutupnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *