Kasus Korupsi Bengkayang, Aleksius Dituntut Lima Tahun Penjara

SIDANG ONLINE - Sidang kasus korupsi proyek Pemda Bengkayang tahun 2019 dilangsungkan secara teleconference di Pengadilan Negeri Pontianak, Selasa (7/4/2020). (ANDI/insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Aleksius pidana penjara lima tahun, dan denda Rp200 juta dan uang pengganti Rp4 juta dan kurungan selama tiga bulan.

“Perbuatan saudara (Aleksius) secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama, sebagaimana diatur pasal 12 A UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20 Tahun 2001,” ucap JPU KPK dalam sidang suap proyek pekerjaan Pemerintah Kabupaten Bengkayang tahun 2019 yang digelar melalui teleconference di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Selasa (7/4/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam pertimbangan JPU, Aleksius seharusnya dapat menolak perintah Suryadman Gidot yang meminta fee proyek dari beberapa kontraktor, karena hal tersebut telah merupakan perbuatan melawan hukum sebagai penyelenggara negara. Sebagaimana terungkap di persidangan, uang suap proyek pekerjaan Pemerintah Kabupaten Bengkayang tahun 2019 itu dikumpulkan oleh Aleksius, atas permintaan Suryadman Gidot.

Uang sebesar Rp340 juta itu dikumpulkan dari para kontraktor yakni Nely Margaretha, Rodi, Pandus, Yosep alias Ateng, dan Bun Si Fat alias Alut. Uang tersebut adalah sebagai bentuk 10 persen fee proyek Pekerjaan Langsung (PL) dari APBD Perubahan Kabupaten Bengkayang tahun 2019.

Nahasnya, 3 September 2019 lalu, terdakwa Aleksius dan Suryadman Gidot diciduk KPK di Mes Pemda Kabupaten Bengkayang, Pontianak. Selain keduanya, KPK turut mengamankan pihak swasta pemberi suap. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *