Jejaring Alumni Universitas Airlangga Sebar #GerakanHandSanitizer

EDUKASI - Pemberian hand sanitizer gratis dan edukasi virus Corona oleh relawan JaKA-JFI kepada warga yg rentan di Pasar Manggis, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan. (Foto Relawan)

JAKARTA, insidepontianak.com – Jejaring Alumni Universitas Airlangga Surabaya membangun #GerakanHandSanitizer di sejumlah kota di Indonesia. Setelah JFI (Jatim for Indonesia) memulai pembagian hand sanitizer dan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 di Surabaya dan Malang, giliran JaKA (Jaringan Arek Ksatria Airlangga) di Surabaya dan sekitarnya.

Gerakan ini pun menyebar usai hand sanitizer yang diproduksi dan dihimpun dari Surabaya, mulai terkirim ke Provinsi DKI, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali, termasuk Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Humas #GerakanHandSanitizer Jakarta, Fryda Lucyana mengatakan gerakan ini tidak berjalan sendiri. Semua merupakan wujud gotong royong berbagai elemen masyarakat.

“Karenanya dalam menggalang dana, memproduksi, hingga mendistribusikan hand sanitizer, kami bekerja bareng dengan berbagai ormas, LSM, komunitas apa pun yang peduli dan mau bergotong-royong bersama kami,” katanya sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima insidepontianak.com, Jumat (10/4/2020).

#GerakanHandSanitizer dibentuk dan diilhami oleh keprihatinan para penggagas terhadap kelangkaan hand sanitizer di masyarakat. Terlebih bagi masyarakat kecil yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas. Mereka sangat rentan terhadap penularan Covid-19. Namun, karena pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka tidak bisa bekerja di rumah.

“Hand sanitizer yang dibagikan, mulai dari ukuran 50 ml, 60 ml serta dalam kemasan jerigen 5 liter,” katanya.

Gerakan yang dipelopori oleh Jaringan Arek Ksatria Airlangga (Jaringan yang dibentuk para Alumni berbagai Fakultas dari Universitas Airlangga Surabaya), serta Jatim for Indonesia (JFI) yang merupakan aliansi lintas generasi, lintas etnis dan lintas agama yang diprakarsai oleh Yayasan Alit, juga telah bekerja sama dengan SKK Migas dan beberapa perusahaan hulu minyak dan gas bumi. antara lain ConocoPhillips Indonesia, ENI Indonesia, Kangean Energy, BOB Bumi Siak Pusako-PHE.

Humas #GerakanSejutaHandSanitizer, Fryda Lucyana

“Kami mendapatkan informasi dari rekan-rekan bahwa Posko kami di Jakarta kemarin menerima kiriman lebih dari 1.000 botol hand sanitizer dari Surabaya, dan dalam waktu dekat akan ada kiriman lagi sebanyak kurang lebih 2.000 botol,” kata inisiator #GerakanHandSanitizer, Didik Sasono Setyadi.

Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya se Jabodetabek ini mengatakan, gerakan ini tetap berkomitmen memproduksi hand sanitizer sesuai standar Badan POM dan atau lembaga kesehatan yang diakui, di bawah pengawasan apoteker berpengalaman. Gerakan ini juga menggalang donasi berupa dana atau hand sanitizer dari berbagai pihak yang peduli. Mereka juga berusaha menggalang bantuan bentuk lainnya yang diperlukan untuk memerangi Covid-19.

“Semoga setelah gerakan inspiratif ini dapat membangkitkan gerakan-gerakan sejenis di daerah-daerah dan setelah kebutuhan hand sanitizer di berbagai daerah mulai terpenuhi, kita bisa mulai memikirkan untuk membantu dengan bentuk APD yang lain, dan mungkin mulai bisa kita fokuskan kepada lembaga-lembaga kesehatan,” tambahnya. (rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *