Belajar Lewat Siaran TVRI, Kadisdikbud: Tak Semua Bisa Terjangkau

Dua anak menonton video belajar digital dari rumah di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/03/2020). . ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan program belajar dari rumah lewat siaran stasiun TVRI. Kebijakan itu akan dimulai pada Senin 13 April 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Suprianus Herman menyebutkan, pihaknya juga telah menyampaikan program ini ke semua sekolah SMA se-Kalbar.

Bacaan Lainnya

“Iya. Sudah kami informasikan ke semua sekolah, yang terbatas akses internetnya, terbatas dalam segala hal, baik jangkauan internet mau pun kemampuan ekonomi,” katanya kepada Insidepontianak.com, Sabtu (11/4/2020).

Herman tak merinci secara jelas teknisnya. Dia juga tak memungkiri program ini tak menjangkau seluruh siswa. Mengingat  kondisi sarana dan prasarana serta infrastruktur sejumlah daerah berbeda-beda.

Untuk sekolah yang belum teraliri listrik, tentu proses belajar siswa di rumah tetap dilakukan dimasa pandemi Corona. Namun teknisnya diserahkan ke sekolah masing-masing untuk membuat program belajar yang efektif.

“Memang tidak semua bisa terjangkau oleh program belajar pemerintah, lewat e-learning, atau belajar lewat TVRI. Karena itu, bagi yang benar-benar sulit segala hal, kami meminta Kepsek  (Kapala sekolah) inovatif. Bisa memberikan pekerjaan rumah secara manual, tanpa harus membebani siswa,” katanya.

Program lewat televisi pemerintah itu, merupakan alternatif yang dibuat Kemendikbud untuk mengatasi keterbatasan jaringan internet belajar daring yang selama ini diterapkan di masa darurat pandemi Covid-19 ini.

“Soalnya TVRI hampir terjangkau ke seluruh wilayah Kalbar,” kata Suprianus.

Ia pun membenarkan kebijakan belajar lewat TVRI akan mulai diterapkan Senin (13/4/2020). Semua sekolah yang dijangkau TVRI akan mengikuti program belajar tersebut.

“Tidak hanya bagi daerah-daerah khusus. Tapi untuk semua sekolah yang mau menambah kegitan pembelajarannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makariem menggandeng TVRI menginisiasi program “Belajar dari Rumah”. Program itu untuk mengatasi keterbatasan akses jaringan internet dan juga bahan pembelajaran daring selama wabah Covid-19.

“(Program ini) khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis,” kata Nadiem dikutip dari Kompas.com, Sabtu (11/4/2020).

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program “Belajar dari Rumah” di TVRI yang sebelumnya telah disarankan Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja tanggal 27 Maret 2020 yang lalu.

Program ini rencananya digelar selama tiga bulan ke depan. Nantinya, sistem belajar di program itu selain diisi dengan pembelajaran untuk semua jenjang siswa, juga akan menyajikan bimbingan orang tua dan guru serta tayangan kebudayaan pada akhir pekan.

Ada pun konten atau materi pembelajaran yang disajikan, fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta penumbuhan karakter peserta didik.

Selain itu, Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi mengenai program ini bersama lembaga non pemerintah. Menurut Nadiem, dalam kondisi sekarang, pemberian pendidikan yang bermakna sangat penting diberikan. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *